Tampilkan postingan dengan label Hotel dan Resort. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hotel dan Resort. Tampilkan semua postingan

Tujuh Alasan Kenapa Orang Tertarik Menginap di Ubud Cottage Malang

Juni 17, 2019 21 Comments

Pernah dengar Ubud Cottage Malang? Yang suka browsing tentang hotel dan cottage di Malang pasti tak asing lagi. Ya betul sebuah penginapan dengan view Bali yang sangat menarik. Lokasinya masih di dalam kota Malang dibilangan area kampus yang padat. Meski begitu, penginapan ini suasananya sangat tenang.

Ubud Cottage Malang (dok.pri)
Saya sudah lima kali berkunjung, rasanya kok gak bosan ya melihat view Ubud Cottage. Berasa ada di Bali yang beberapa kali saya kunjungi. Oya terakhir bulan  April 2019 lalu, saya bareng Rainbow Moms ke Bali saat trip ke Banyuwangi. Ke Bali  nyebrang ke Singaraja hanya untuk dinner di salah satu resto terkenal disana. Trus balik lagi deh ke Banyuwangi. Hihi...

Btw bicara tentang Bali, pasti tertuju pada sektor pariwisatanya yang sudah lebih dulu go internasional dibanding kota lainnya. Budaya, adat, kuliner dan keseniannya memang sangat menarik. Apalagi buat para wisatawan luar negeri.

Oya ketika Gunung Agung "batuk" tahun lalu, banyak wisatawan asing yang kecewa karena tak bisa berlibur di Bali. Tapi siapa sangka mereka akhirnya memilih The Little Ubud yang ada di Malang. The Little Ubud adalah sebutan untuk Ubud Cottage n Hotel yang berlokasi di Jalan Bendungan Sigura-gura Barat no 6 Malang. Wisatawan mancanegara terobati dengan view Bali yang ada di Ubud Cottage.
Ubud Cottage Malang saat petang (dok.pri)

Tak berlebihan bila wisatawan merasa puas. Karena memang Ubud Cottage Malang berkonsep Bali dengan segala  pernak pernik khas-nya. Seperti di beberapa sudut terdapat benda khas Bali seperti patung, payung panjang, ukiran Bali, alat musik tradisional terpajang rapi. Belum lagi taman-taman yang ditata apik plus kolam renang yang bentuknya artistik.
Pernak-pernik khas Bali (dok.pri)
Batik Bali (dok.pri)


Wah pastinya ada beberapa alasan nih kenapa wisatawan atau pengunjung harus menginap di Ubud Cottage Malang:

1. View Serasa di Bali

Namanya Ubud Cottage Malang. Pengunjung bakal dimanjakan dengan view Bali yang menawan hati. Setiap sudut menawarkan kesejukan dengan taman-taman minimalis yang keren.Rasanya hati jadi adem lho. Duduk betah berlama-lama memandang sunset yang bisa dinikmati dari anjungan Kopi Bali atau dari resto Tampaksiring.
mBali banget (dok.pri)
Desain bangunan dan kamarnya juga tentu saja beraksen Bali dengan warna khas Bali yakni orange. Yang paling menonjol adalah ukiran yang di pintu, jendela juga lekukan bangunan yang nyeni banget. Mengingap di Ubud Cottage Malang menurut saya tak beda dengan di Bali.
Berlatar salah satu bangunan Ubud Cottage (dok.pri)
2. Harga Terjangkau

Dengan view yang alami ala-ala Bali, menginap di Ubud Cottage Malang tak merogoh kocek dalam-dalam. Rate harga sesuai dengan pelayanan dan fasilitas yang diperoleh pengunjung atau tamu. Bahkan boleh dibilang, kalau mau itung-itungan dapatnya harga terjangkau lho. Mau tahu berapa harga per malamnya? Ini nih....

Published Rate 2019 (dok.Ubud Cottage)

3. Ramah

Saat pengunjung memasuki area Ubud Cottage Malang akan disambut Customer Service yang ramah. Welcome drink juga ada antara lain orange juice, teh hangat atau air mineral sesuai pilihan kita. Krmudian dengan sigap karyawan hotel akan menghandel segala keperluan kita termasuk membawakan koper ke kamar kita.
Tarian Selamat Datang (dok.pri)


Bersama seorang penari Bali (dok.pri)
Bahkan saat rombongan tamu tiba, biasanya ada penyambutan dengan penampilan kesenian tarian Bali. Sehingga aura Bali sangat kental di Ubud Cottage Malang ini.

4. Fasilitas Lengkap

Sebagai sebuah penginapan, fasillitas Ubud Cottage terbilang lengkap. Memiliki lahan parkir yang luas, sehingga pengunjung merasa nyaman saat memarkir kendaraannya. Ada resto yang menyajikan bermacam-macam kuliner. Ada kolam renang yang bersih dengan taman yang memghijau.
Salah satu room di Ubud Cottage Malang (dok.pri)

Untuk setiap room penginapan juga dilengkapi dengan pelayanan yang prima. Perabot yang nyaman untuk kebutuhan istirahat pengunjung. Seperti di cottage yang didesain khusus untuk honey moon. Ada candle light dinner di gazebo yang menghadap kolam renang. Dan breakfast in the garden di taman yang hijau. 
Room Cottage untuk Honey Moon (dok.pri)





Gazebo di Ubud Cottage (dok.pri)



5. Kulinernya Oke

Ada Resto Tapaksiring yang menyediakan aneka kuliner tradisional seperti masakan khas Bali, Jawa dan lainnya. Oleh chef Syamrodin, para pemgunjung  disuguhi menu spesial Bali yakni paket Ayam Betutu. Ada ayam khas dengan bumbu lezat, urap khas Bali yang pedas, kering tempe, Sate Lilit dan macam-macam sambel. Antara lain sambal matcah dan Sambal Mbeh khas Bali. 
Kuliner khas Bali (dok.pri)
Dinner in the garden (dok.pri)
Menu masakan setiap harinya berganti-ganti, sehingga tamu yang menginap lebih darisemalam bisa menikmati menu yang berbeda. Seperti bandeng goreng, ayam goreng, sayum asem, sayur tumbuk daun singkong dan bakwan jagung. Wahhh pokoknya lengkap pake banget deh. Juga ada paket breakfast atau dinner di taman sekitar kolam renang.
6. Strategis

Ubud Cottage Malang mudah dijangkau. Berlokasi di Jalan Bendungan Sigura-gura no 44 Malang. Berada di sekitar area kampus yang strategis dan mudah di jangkau. Bila berkendara sendiri bisa melihat google map sesuai petunjuk. Atau bisa juga menggunaksn transportasi online yang banyak tersedia di Malang. Bisa juga cek dan follow IG Ubud Cottage Malang.
Narsis di IG Ubud Cottage Malang (dok.pri)
7. Nyaman dan Tenang

Kota Malang yang dikelilingi gugusan pegunungan menambah daya tarik tersendiri. Pengunjung Ubud Cottage Hotel bisa menikmati pemandangan alam dari kejauhan gunung Putri Tidur, Gunung Arjuno juga Semeru. Suasana alam sangat mendukung tamu untuk istirahat dengan nyaman dan tenang.
Taman yang adem (dok.pri)

Gunung Putri Tidur (dok.pri)


Itulah tujuh alasan kenapa pengunjung harus menginap di Ubud Cottage Malang. Sebab semua yang terkait dengan kunjungan tamu, pelayanan dimaksimalkan. Jadi tak heran bila wisatawan mancanegara terkesan dan menyebut Ubud Cottage Malang sebagai The Little Bali in Malang. Penasaran? Yuk berkunjung ke penginapan ini.
Yudha Susanti (dok.pri)

Menurut Executive Assistent Manager (Asisten GM Ubud Cottage Malang) Yudha Susanti, tak harus menginap di penginapan yang sudah tiga tahun berdiri. "Bisa kok menikmati Ubud Cottage untuk ngumpul dengan teman, kolega atau untuk acara reuni dan event pernikahan. Monggo, kami tunggu kedatangannya", sambut Yudha dengan ramah.
Acara gathering (dok.pri)
Acara kumpul bareng  (dok.pri)
Nah yang penasaran dengan Ubud Cottage Malang, kapan nih mlipir kesini? Buruan ya biar penasaran segera terobati....


UBUD COTTAGE MALANG
Jl Bendungan Sigura-gura no 6
Malang Jawa Timur
Telp. 0341 571313
WA 08121549970
FB Ubud Cottage Malang
IG @ubudcottagemalang








S.11: Griya Gribig, Guest House Bernuansa Jadul

Maret 05, 2019 37 Comments

Guest House Griya Gribig (dok.pri)


Kalau mau berlibur ke suatu kota, emak dan keluarga pasti butuh penginapan, hotel atau guest house kan? Pasti akan searching untuk mencari tempat bermalam dengan kriteria yang cocok. Harga, fasilitas ataupun konsep unik kadang turut menjadi pertimbangan.

Nah salah satu guest house di Malang yang memiliki keunikan adalah Griya Gribig. Guest house yang berlokasi di Jalan Ki Ageng Gribig ini menawarkan nuansa budaya Jawa dan suasana tempo dulu. Bukan saja interior yang Njawani, tapi juga penamaan semua kamar yang kental dengan nama tokoh pewayangan.

Baca juga : ada apa dengan hotel victoria malang

Yuk simak apa saja kelebihan Griya Gribig yang Desember lalu berusia 2 tahun.

1. Lokasi yang Strategis

Lokasi Griya Gribig persis disisi jalan Ki Ageng Gribig no 100. Dari pusat kota ditempuh sekitar 15 menit atau 3 KM arah timur. Kalau traveler saat berlibur menggunakan moda transportasi kereta api ataupun pesawat, tak sulit untuk menuju ke guest house Griya Gribig.

Karena berada di lokasi strategis sehingga emak dan keluarga tak sulit bila ingin berjalan-jalan di Kota Malang ataupun ke Batu. Bila tak membawa kendaraan sendiri, bisa menggunakan taksi online yang bertebaran saat ini.

2. Bangunannya Unik dan Etnik

Guest house Griya Gribig berlantai 2 dan memiliki 16 kamar. Baik bangunan dan interiornya sangat kental dengan budaya Jawa. Model kamarpun etnik dengan nama-nama kamar menggunakan nama tokoh pewayangan. Seperti Nakulo, Sadewa, Petruk, Gareng, Gatotkoco dll.

Pernak pernik juga menggambarkan suasana tempo dulu. Seperti di area resepsionis yang berada di ruang terbuka terdapat topengan Malangan dan hiasan dinding wayang. Diatas meja terdapat wakul-wakul beragam ukuran yang ditata rapi. Mengingatkan kita pada suasana pedesaan kan?

Ada juga lampu petromak yang berjejer menyambut pengunjung guest house. Semakin memnggiring pengunjung melintasi kembali jaman dulu.

3. Harga Terjangkau

Guest House Griya Gribig memiliki 4 macam tipe kamar. Tentu saja traveler bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan budgetnya. Tipe tersebut yakni standar, Superior, Standart Twin dan Family Room. Harga menginap kisaran 275 ribu hingga 450 ribu per malam.

Untuk standart dan standart twin diharga 275 ribu. Superior harga 295 ribu serta Family room dengan 2 bed besar untuk 4 orang di kisaran 450 ribu.

4. Taman yang Njawani

Ada taman kecil di guest house yang berhalaman minimalis. Terdapat kereta kuda seperti yang seringkali digunakan raja-raja di Jawa dan aneka tumbuhan mempercantik suasana penginapan.

Di depan kamar juga ada 2 motor jadul serta kursi panjang kuno yang memperkuat nuansa budaya Jawa.

5. Fasilitas lengkap

Emak dan keluarga yang memilih menginap di guest house ini akan mendapatkan fasilitas diantaranya WIFI, breakfast dan ada kafe untuk sekedar kongkow bersama keluarga atau teman. Oya pigak manajemen juga menyefiakan paket ke Bromo dengan jeep atau motor trail.

Gimana makkk...cukup oke kan guest hoise dan fasilitasnya? Semoga next time saat emak mau liburan ke Malang, gak susah-susah lagi cari tempat buatnginap. Semoga bermanfaat...

#Setip
#SetipEstrilookCommunity

Ada Apa Dengan Hotel Victoria Malang?

Januari 12, 2019 36 Comments
Saat terlintas pertanyaan itu,  pasti dalam hati ingin tahu ya ,  ada apa sih dengan Hotel Victoria Malang? Pastinya banyak hal yang belum diketahui orang. Hotel yang berkonsep Kolonial Modern, belum genap setahun usianya.  Tapi jangan salah yaa,  meski belum lama dibuka, tapi kerap jadi jujugan artis lho. Kenapa?  Karena Hotel Victoria memiliki ke-khas-an yang tidak dimiliki oleh hotel lain. Penasaran?  Simak ya..
Hotel Victoria (dok.pri)

Hotel Victoria yang elegant

* Pertama melihat hotel ini saya kira rumah Eropa, tinggi dan memanjang seperti deretan ruko. Tapi diperhatikan lagi kok tanpa pintu sepeti layaknya ruko? Berlantai dua bangunan ini nampak berbeda dengan bangunan di sekitarnya.
Tampak menyolok dengan warna-warni pada bagian atasnya.

* Kedua kalinya, saya tak membuang kesempatan untuk melihat lebih dekat lagi.  Menyusuri setiap kamarnya yang berjumlah 80. Menuju kamar bak masuk dalam sebuah tempat yang elegant dan eksotik. Itulah salah satu bagian Hotel Victoria yang berlokasi di Jl Ciujung no 7 Malang.
Menuju kamar hotel (dok.pri)

Masuk ke dalam kamar,  tampak bersih dalam balutan warna putih. Fasilitasnya lumayan lengkap dengan interior menarik. Terpajang ada lukisan Malang Tempo Dulu yang dipasang persis di dinding atas bed.
Kamar hotel dengan foto lukisan malang Tempo Dulu (dok.pri)

Menurut Pak Alexander selaku Public Relation, Hotel Victoria ini berkonsep Kolonial Modern. Ciri yang terlihat salah satunya adalah interior dan eksteriornya merupakan paduan kekinian dan jadul. Jaman now,  orang atau pengunjung lebih memilih konsep hotel yang unik dan langka. Hotel Victoria memiliki itu,  apa aja?

1. Nyaman di tengah kota
Hotel Victoria lokasinya di tengah kota,  namun kesan bising dan ramai oleh lalu lalang kendaraan tak nampak.  Buat yang bermalam di hotel ini,  bakal merasa nyaman menikmati liburannya.
Menikmati sore di lobby hotel (dok.pri)


2. Hotel yang Bersih
Bangunan hotel hampir 95% berwarna putih.  Sehingga identik dengan warna yang bersih.  Kesan itulah yang terlihat di semua sudusudut hotel yang berlantai dua.

(dok.pri)

3. Kamarnya Unik
Setiap kamar di Hotel Victoria ada interior berupa foto lukisan Malang Tempo Dulu atau lukisan mantan Presiden RI pertama.  Ini yang membuat Hotel Victoria dikenal memiliki ke-khas-an.   Juga ada penyerap bebauan tradisonal dengan kopi dan arang,  sehingga aroma kamar berkesan aromatherapi. Namun tamu hotel kadang mengira itu sesajen. Setelah diberi penjelasan,  malah menilai "sesajen" itu unik.
Arang dan kopi untuk menyerap bebauan (dok.pri)

4. Resto yang Menarik
Restonya bernama De Colonial.  Kursinya unik dan interiornya juga menggambarkan Malang Tempo Dulu.  Menu makanan tradisional seperti Nasi Goreng, Nasi Ayam Goreng,  Mie Goreng dll dengan harga yang terjangkau banget.

Foto lukisan yang ada di Resto De Colonial (dok.pri)
Nasi Goreng Rawon (dok.pri)

5. Harga Menginap yang Ramah
Untuk rate bersahabat banget lho.  Apalagi melihat fasilitas yang ada,  pengunjung bisa menilai sendiri.  Memang berapa publish rate Hotel Victoria?
(Dok. Ist)

6. Fasilitas Lengkap
Fasilitas yang diperoleh pengunjung yang menginap di Hotel Victoria istimewa lho.  Misalnya untuk fasilitas kamar seperti AC,  WIFI, TV,  telephone, toiletries set,  air mineral dll.
Fasilitas kamar hotel (dok.pri)

7. Ramah dan Familiar
Layanan resepsionis ramah dan familiar.  Saat menerima tamu hotel bersikap santun dan mengedepankan pelayanan yang optimal. Salah satunya membagikan souvenir kepada semua pengunjung yang menginap di Hotel Victoria.
Pelayanan hotel pada tamu salah satunya membagikan souvenir  (dok. Ist) 

* Ketiga kalinya, saya merasa yakin Hotel Victoria bisa jadi referensi buat tamu-tamu wisata saya. Sebagai pelaku bisnis yang bersentuhan denga sektor wisata,  tentu punya feeling kuat. Yes... Hotel Victoria bisa jadi andalan. Oya Hotel Victoria juga dikenal sebagai Vila Victoria Boutique Residence..


(dok.pri)



Berhasil Memikat Artis dan Kru Film YWB 2

Minggu lalu saya berkunjung ke Hotel Victoria bersama blogger-blogger lainnya atas undangan Komunitas Malang Citizen.  Pihak manajemen hotel pun ramah menerima kami di lantai 2 tepatnya di meeting room.  Usai ngobrol ringan kami dipersilahkan menikmati hidangan untuk selanjutnya tour room hotel.
Foto bersama bloger Malang dan manajemen hotel (dok. Ist) 

Hasil muter-muter sudah diulas di atas ya? Kami merasa enjoy banget dan comfort berada di dalam area hotel.  Staycation kali ini penuh keakraban dan terjalin silaturahim yang hangat. Ini yang membuat kami betah,  bahkan diantara kami ada yang menghabiskan waktu untuk kongkow sampai malam.
Pak Alex dan Mas Endrita dari MC (dok.pri)

Dalam kesempatan ngobrol dengan Bapak Alexander,  terungkap kalau artis dan kru film Yo Wis Ben (YWB)  juga menginap di Hotel Victoria. Selama 2 minggu mereka yang take picture di Malang, betah lho menginap di Victoria. Kalau gitu pasti yang lain juga betah dong. Jadi bagi yang berencana liburan atau perjalanan dinas ke Malang,  recommended deh #victoriaboutiqueresidence buat bermalam. Jadi sudah terjawab kan pertanyaan,  "Ada Apa Dengan Hotel Victoria? "...

#hotelvictoriamalang

Untuk reservasi sila hubungi:

Hotel Victoria
Jalan Ciujung No.  7 Malang

Telp (0341) 4352686
WA 0857 9144 6830

#ODOP
#estrilook community
#day8


The Shalimar, Hotel Nuansa Heritage

Oktober 14, 2018 1 Comment
Malang adalah salah satu kota yang menjadi destinasi pilihan buat para pelancong. Mereka berkunjung selain ke tempat-tempat wisata juga berburu kuliner lokal. Dan pastinya mereka bakal mencari tempat menginap yang comfort.

Salah satu hotel yang mengedapankan kenyamanan pengunjung adalah The Shalimar Hotel. Hotel bernuansa heritage ini berlokasi di jalan Cerme.  Sebelum dikenal sebagai Hotel Shalimar dulu adalah Hotel Grand Cakra. Kemudian tahun 2015 masih dalam manjemen yang sama meningkat dari bintang 3 menjadi bintang 5. Sejalan dengan perkembangan itu nama berganti menjadi Hotel Shalimar.

Hotel Shalimar Hotel Bernuansa Kuno

Hari ini saya diberi kesempatan untuk staycation di Hotel Shalimar. Bukan kebetulan sih sebenarnya, karena dapat undangan dari Travelingyuk yang menggelar acara Live Blogging. Saat awal datang sudah terasa nyaman.

Disambut di depan hotel motor dan mobil kuno keluaran tahun 1950an.  Ada gebyok ukiran Jawa yang menambah nilai plus ketradisionalan hotel. Belum lagi habis rasa kagum saya masuk di De Hemel Restaurant. Restoran ini bergaya Belanda dengan kursi model kuno.  Menurut manajer marketing Ibu Renata, restoran Uni menyajikan juga menu Belanda.

Keliling Hotel Shalimar yang Wow

Bersama teman-teman lain kami juga mengitari hotel Shalimar. Hotel berlantai 3 ini sangat exited banget. Eksterior dan interiornya bernuansa kuno yang membuat hati jadi adem banget. Banyak room yang saya suka seperti ruang perpustakaan,  butik yang menyediakan pernik-pernik tradisional.

Oya setiap sudut The Shalimar Hotel menyuguhkan kesan artistik. Tidak ada kata bosan untuk menikmati detil penampakannya. Ahh rasanya waktu yang disediakan selama 60 menit tak cukup untuk memburai hati bersama eloknya tampilan hotel yang menjadi cagar budaya Malang.

Tak salah jika wisatawan memilih Shalimar Hotel sebagai tempat menyisir jaman dulu sembari menyeruput kopi di De Hemel Restaurant.