Tampilkan postingan dengan label Setip Estrilook Community. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Setip Estrilook Community. Tampilkan semua postingan

S.37 : Empat Cerita Mitos Dalam Berpuasa

Mei 06, 2019 15 Comments
Puasa Ramadhan baru saja dimulai. Tak terasa ya waktu  cepat berjalan? Sepertinya baru kemarin kita melepasnya. Kini setahun sudah berlalu, beranjak bulan Ramadhan tahun berikutnya. Ya tahun ini kita menyambut bulan yang penuh berkah ini.
Bulan puasa bagi umat Islam adalah waktu yang tepat untuk mendekatkan diri padaNya. Mencari ridhoNya dengan banyak berbuat baik. Selain menahan lapar dan dahaga, kita juga harus menjauhi segala laranganNya. Hingga kita bisa "melenggang" ringan pada rute puasa hingga tujuan akhir.
Namun terkadang dalam menjalankan ibadah puasa, ada hal-hal yang menjadi "pro dan kontra". Keadaan itu kerap disebut mitos atau hal-hal yang berbau "katanya". Disisi lain ada yang menyatakan bahwa keadaan pro dan kontra itu sebagai hal yang nyata dengan dukungan fakta.
Beberapa mitos dan fakta yang muncul  berkaitan dengan pelaksanaan puasa antara lain:
1. Waktu mepet saat makan sahur tiba-tiba bersamaan dengan imsyak. 
Mitosnya : makan sahur harus segera disudahi. Kalau masih tetap melanjutkan makan sahur pas waktu imsyak, puasanya jadi batal. 
Faktanya : saat makan sahur tiba-tiba terdengar imsyak, tetaplah melanjutkan makan sahurnya. Tidak batal puasanya. Faktanya Rasulullah tidak mengenal waktu imsyak atau 10 menit sebelum subuh. Batas akhir untuk makan sahur adalah adhan subuh.
2. Berkumur dan gosok gigi 
Mitosnya : tidak boleh berkumur dan sikat gigi karena bisa membatalkan puasa.
Faktanya : selama berkumur dan sikat gigi airnya tidak terminum dan masuk ke tenggorokan tidak membatalkan puasa. Seperti kita ketahui bersama hal yang membatalkan puasa salah satunya adalah sengaja meminum atau menelan air.
3. Menangis
Mitosnya : kalau menangis atau mengeluarkan air mata bisa nenyebabkan puasa batal.
Faktanya : selama air mata yang meleleh tidak masuk ke bibir dan merasakannya tentu saja tidak membatalkan puasa. Kecuali sengaja membiarkan air mata meleleh dan masuk dalam bibir kita.
4. Mencicip masakan saat puasa
Mitos : mencicip masakan saat berpuasa menyebabkan puasa kita batal. 
Faktanya : saat mencicip masakan hanya sampai lidah saja tanpa masuk ke tenggorokan tidak membuat puasa kita batal. Setelah mencicip segera keluarkan rasa itu dengan cara berkumur hingga bersih.
(dok.pri)

Dari 4 poin diatas, bagi ibu rumah tangga seperti saya, yang sering dilakukan adalah no 4. Kadang saat memasak rasanya kurang afdol kalau tidak mencicipi. Dengan cara mengambil sedikit kuah ditangan lalu merasakan masakannya. Setelah pas rasanya kemudian dikeluarkan dengan cara berkumur. Masakanpun tetap aman rasanya.
Bagaimana dengan ibu-ibu yang lain, apakah selalu mencicip masakan meski saat berpuasa? Hehe...jangan kuatir ya...menurut sumber yang dipercaya puasa kita tidak batal asal yang kuta cicip seger dikeluarkan atau tidak ditekan. Nah looo, jadi...?

#setip
#setipestrilookcommunity
S.36 : Soto Kadipiro Jogja yang Melegenda

S.36 : Soto Kadipiro Jogja yang Melegenda

Mei 06, 2019 2 Comments
Kota Jogja yang kerap saya sebut sebagai kota penuh rindu, memang bagai magnet menarik pesona pada semua wisatawan. Tidak saja destinasi wisatanya, budaya dan kulinernyapun tak kalah membetot perhatian. Tak percaya?
Bila suatu saat berkunjung ke Jogjakarta, jangan lewatkan  ya kuliner yang satu ini. Selain masuk dalan kuliner yang sudah lama dikenal, juga rasanya yang lezat dan maknyus. Adalah Soto Kadipiro di Bantul, Jogjakarta. Lokasi tepatnya berada di Jalan Wates no 33. Warung Soto Kadipiro ini termasuk warung soto yang tertua. Mulai buka pada tahun 1924 dan masih menempati sebuah rumah beranyam bambu kala itu.
Bpk Widadi Tahir Kartowijoyo adalah perintis dan pemilik warung Soto Kadipiro yang terkenal itu. Soto berbahan ayam kampung dengan bumbu cita rasa tinggi mampu menarik banyak pelanggan. Bumbu soto yang meresap dalam daging ayam terasa nikmat dan pas di lidah pelanggan. Tak heran setiap hari berdatangan pelanggan memenuhi semua kursi yang ada.
Disajikan dalam semangkuk berukuran sedang, Soto Kadipiro akan terasa lezat dengan lauk pelengkap. Diantaranya ati ampla, potongan ayam plus ceker, telur puyuh juga tahu dan tempe bacem. Harga satu porsi Soto Kadipiro hanya 15 rb. Terjangkau bukan?
Soto Kadipiro (dok.pribadi)
Soto Kadipiro (dok.pribadi)
Lebih terasa "Njawani" saat mengolah soto ini dimasak ditungku pawon. Berbahan bakar kayu sehingga aroma dan rasa sotonya lebih meresap. Sungguh makan Soto Kadipiro ini mengingatkan saya pada jaman dulu. 
Bangunan yang jadul dengan hiasan foto di dinding adalah foto pemilik awal beserta generasi penerus. Dan yang penting, rasa Soto Kadipiro tidak berbeda dengan jaman dulu. Tetap menjaga cita rasa yang khas dan  yang pasti melegenda.
Pokoknya kalau ke Jogja jangan lewatkan yaa bersantap pagi dan siang di Soto Kadipiro. Rasanya Maknyuzz lho, buktikan!

#setip
#setipestrilookcommunity

S.34 : Ingin Hidup Sehat, Jaga Pola Makan

Mei 06, 2019 Add Comment
Hidup paling nikmat adalah ketika kita hidup sehat. Kondisi sehat yang diberikan oleh Allah harus kita jaga. Bukan karena kita diberi sehat, kemudian kita semeba-mena menjalani hidup kita sehari-hari. Bagaimana kuta menjaga kesehatan tubuh kita? Banyak caranya lho ...
Sehat adalah modal penting dalam hidup kita. Dengan sehat kita mampu melakukan semua aktivitas. Sehat pula yang membuat kita jauh dari segala macam penyakit. Rasanya juga miris kalau banyak uang tapi badan jauh dari kata sehat. Apalagi yang kurang mampu, kalau tak sehat semakin runyam hidupnya. Betul kan?
Menu sehat (dok.pri)

Untuk mendapatkan tubuh yang sehat diperlukan pola hidup yang sehat pula. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) pola hidup sehat adalah seimbangnya antara asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh dengan energi yang keluar. Asupan gizi itu diperoleh dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Sedangkan energi yang keluar berupa aktivitas kita.
Pergeseran Pola Hidup Sehat
Jaman now seseorang kadang karena sibuknya bekerja sampai lupa untuk makan. Bukan tidak mungkin hal itu dilakukan secara berulang-ulang dan hampir setiap hari. Sehingga terjadi pergeseran pola hidup yang sehat menjadi tak sehat.
Padahal untuk menjadi sehat harus mengikuti pola yang benar. Seperti sebelum berangkat kerja harus sarapan, banyak makanan bergizi dan makan secara teratur. Apa jadinya tubuh kuta, jika diforsir untuk bekerja, tetapi tidak diimbangi dengan asupan makanan yang baik? 
Jawabannya pasti sakit! Kalau sudah mengalami keadaan dimana kita hanya bisa berdiam di kamar dengan setumpuk obat, kita baru menyadari bahwa hidup perlu menjaga kesehatan tubuh.  Bahwa sehat itu penting, sehat itu mahal, bla..bla..bla..
Pola Hidup yang sehat sebetulnya mudah dijalankan oleh siapa saja. Dibutuhkan niat dan konsistensi diri untuk menjakankannya.  Seperti standarisasi dari WHO bahwa pola hidup sehat yakni adanya kesimbangan antara asupan yang masuk dengan energi yang keluar. Jadi sebaiknya harus bagaimana?
Pedoman Gizi  Seimbang Untuk Hidup Sehat
Beberapa tahun lalu kita mengenal slogan, untuk hidup sehat harus mengkonsumsi 4 sehat 5 sempurna. Slogan itu dicetuskan tahun  1950-an oleh ahli  ilmu gizi pertama Profesor Poerwo Darminto. Dari mulai bersekolah  TK sampai SMA kita disetel pemahaman tersebut. 4 sehat 5 sempurna  terdiri dari nasi, sayur, lauk pauk, buah-buahan plus susu. Namun seiring berkembangnya jaman, banyak hal-hal yang berubah dan tidak relevan lagi. 
Kini bukan  4 sehat 5 sempurna lagi  tapi berubah menjadi Pedoman Gizi Seimbang. Dimana didalamnya  mencakup lebih luas dan lebih banyak apa-apa yang harus dilakukan untuk menjadi sehat.
Apa saja yang termasuk dalam Pedoman Gizi Seimbang? 
1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan.
Bersyukur itu nikmat sekali. Ketika kita memakan makanan tanpa harus mencela atau menggerutu. Orang Jawa menyebutnya "nriman" apa yang telah dihidangkan oleh seorang ibu atau istri. 
2. Banyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan.
3. Biasakan mengkonsumsi lauk pauk berprotein tinggi.
4. Membatasi makanan yang manis, asin dan berlemak
5. Biasakanlah sarapan sebelum beraktivitas.
6. Perbanyak minum air putih.
7. Bila membeli makanan di toko, supermarket dll perhatikan label pada kemasan. Misalnya tanggal kadaluarsa dll..
8. Budayakan mencuci tangan untuk kebersihan diri.
9. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan yang seimbang.
10. Melakukan olah raga.
Dengan berpedoman pada hal tersebut diatas, pola hidup sehat dijaman now  bakal kita dapatkan. Setidaknya saat dimana jaman millennial yang selalu ingin instant, kita bisa terhindar dari pola hidup yang tak sehat. Menjalankan secara intens pedoman diatas, sehat pasti akan menyatu dengan tubuh kita...
#setip
#setipestrilookcommunity

S.33 : Outing Bersama Bolang ke Desa Penghasil Susu di Batu

S.33 : Outing Bersama Bolang ke Desa Penghasil Susu di Batu

Mei 06, 2019 17 Comments
Belum lama ini saya beserta sahabat Bolang menerima undangan untuk outing ke sebuah desa penghasil susu perah. Wah betapa senangnya kami. Tentu saja karena selama ini tidak tahu asal usul susu sapi dan bagaimana prosesnya.
Saat menikmati segelas susu, pernahkah berpikir bagaimana proses segelas susu hadir digenggaman dan siap minum? Ternyata tidak semudah saat kita menyeruputnya dan dalam hitungan detik susu tak tersisa.
Susu segar (dok.Rico)
Susu segar (dok.Rico)
Perjalanan susu dari mulai diperah hingga siap dinikmati bisa dibilang cukup panjang. Dan tentu saja membutuhkan waktu dan kesabaran. Untuk melihat proses tersebut belum lama ini beberapa anggota Bolang (Blogger Kompasiana Malang) diberi kesempatan untuk melihat dari dekat proses pemerahan susu. Termasuk jalan-jalan ke gudang tempat makanan bergizi buat sapi-sapi perah. 
Bagaimana pengalaman menarik itu, tentu saja bisa dibaca ulasannya. Simak ya ...
Kampung Penghasil Susu Desa Brau di Balik Bukit
Desa Brau, Gunungsari, Bumiaji  Batu sebenarnya tak begitu jauh dari pusat Kota Batu. Namun karena menuju kesana harus melalui jalan yang berliku dan tak mulus, sehingga terkesan jauh. Padahal tak lebih dari 3 km dari pusat keramaian kota Batu.
Di desa penghasil susu ini terdapat 70 0rang peternak. Masing-masing orang rata-rata memiliki 5 ekor sapi perah. Untuk setiap harinya peternak susu ini usai memerah akan menyetorkan susu ke sebuah tempat. Yakni Koperasi Margo Makmur Mandiri.
(Dok.pri)
(Dok.pri)
Menurut pengurus koperasi tersebut, Yanuar, setiap hari masuk sekitar 2000-2500 litet susu segar. Pihaknya akan mencatat jumlah susu yang disetorkan oleh petani dua kali sehari yakni pagi dan sore hari.
Susu yang disetor peternak (dok.pri)
Susu yang disetor peternak (dok.pri)
Di buku besar oleh petugas dicatat yang kemudian per 10 hari uangnya akan dicairkan atau diambil peternak. Untuk per liternya akan dihargai berdasarkan grade-nya atau tingkatannya, yakni kualitas terbaik dihargai Rp 5.400, kualitas sedang Rp 5.000 sedangkan kualitas rendah antara Rp 4.500-Rp4.700/liter.
(dok.pri)
(dok.pri)
Susu yang sudah disetor ke koperasi kemudian disterilkan dalam mesin. Baru keesokan harinya dikirim ke Pasuruan. Kalau menurut data, penghasilan kotor para peternak susu sapi perah ini kurang lebih Rp 1.200.000/10 hari.
Siap kirim (dok.pri)
Siap kirim (dok.pri)
Melihat Langsung Proses Pemerahan Susu Sapi
Kami datang ke desa Brau sekitar pukul 16.00. Kenapa sore hari? Karena memang jadwal pemerahan susu pagi hari sekitar pukul 06.00 dan sore pukul 16.00. Sore itu kami tak membuang kesempatan untuk melihat proses itu.
Di kandang sapi salah satu penduduk, kami langsung ambil posisi. Tentunya agar lebih jelas karena suasana agak temaram alias usai hujan. 
Nah sapi-sapi ini menurut Ali yang menjadi guide dadakan, juga tidak suka suara gaduh atau berisik. Sehingga kami membagi 2 kelompok untuk mengintip proses perah susu tersebut.
(dok.pri)
(dok.pri)
Awalnya bagian bawah perut sapi dibersihkan dengan air. Tepatnya sekitar puting sapi betina yang akan diperah. Kemudian oleh peternak diberi wadah atau ember untuk menampung susu. 
Secara kasat mata terlihat tangan peternak dengan gerakan lincah memerah susu sapi betina. Tak lama wadahpun terisi susu segar, kemudian ditampung diwadah khusus susu.
Perah susu sapi (dok.pri)
Perah susu sapi (dok.pri)
Melihat banyaknya produksi susu segar di desa Brau ini menggelitik tanya kami, kok setiap hari bisa berproduksi ribuan liter? Ternyata memang Sapi-sapi tersebut dirawat dan diperhatikan gizi makanannya. Dibantu penduduk setempat kami diantar ke gudang tempat penyimpanan makanan bergizi untuk sapi.
Lokasinya tak jauh dari koperasi Margo Makmur Mandiri. Tepatnya disebuah bangunan semi permanen yang berjarak 100 meter dari koperasi. 
Disana terdapat berkarung-karung makanan sehat untuk sapi perah. Antara lain bungkil sawit, konsentrat, wafer  expired, sari gandum, kotoran ulat, polar, ampas kecap dll. Masing-masing makanan memiliki fungsi seperti sari gandum untuk membuat sapi agar cepat gemuk sedangkan mineral dan kalsium untuk tulang sapi.
Makanan Sapi (dok.pri)
Makanan Sapi (dok.pri)
Menurut guide, semua sapi di desa Brau ini
pakannya disamakan. Proses pemberian konsentrat dikomposisikn sedemikian rupa,  supaya sapi bisa menghasilkan susu yg terbaik.
Remahan wafer (dok.pri)
Remahan wafer (dok.pri)
Peran Koperasi di Desa Berau
Kehadiran koperasi di tengah masyarakat peternak susu sangat terasa manfaatnya. Selain menerima dan menjadi pihak yang menyetor ke pabrik Indo Lacto Pasuruan, koperasi juga menjadi media simpan pinjam peternak susu. Dimana saat mereka membutuhkan sejumlah dana untuk modal, pihak koperasi akan mengusahakan pinjaman.
Koperasi tersebut juga memberikan edukasi kepada para peternak susu. Seperti bagaimana meningkatkan pendapatan dengan memberi informasi seputar cara pengolahan produk berbahan susu. Antara lain membuat yogurt, permen susu, keju serta stik keju.

Peternak sapi selain pendapatannya dari susu juga dari menjual anak sapi dan jual daging sapi. Diharapkan dengan pembelajaran dari koperasi warga masyarakat desa Brau Gunungsari Bumiaji penghidupannya semakin makmur dan sejahterah. 
Mencicip susu segar (dok.pri)
Mencicip susu segar (dok.pri)
Usai kunjungan, kami disuguhi susu segar hangat. Rasanya enak dan yang pasti bisa mengusir hawa dingin yang meliputi desa Brau ini. Alhamdulillah..saya dan sahabat Bolang jadi fresh Bersa dan juga tentu saja mendapat wawasan tentang edukasi perah susu, termasuk melihat kandang sapi serta pernak perniknya juga mencicip susu segar. Sangat berkesan banget kunjungan ini dan next kemana lagi yaa...?

#setip
#setipestrilookcommunity

S.32: Bulan Ramadhan, Tetaplah Produktif Menulis

Mei 06, 2019 Add Comment


Alhamdulillah Bulan Ramadhan di depan kita. Sudah siapkah kita menyambut kedatangannya dengan hati bersih dan ikhlas? Insha Allah semua bergembira ya dengan semarak ramadhan dimana-mana. Pastinya ada harapan bukan di bulan penuh ridhonya. Apa sih harapan mak, sist and bro semua?
Kalau saya sebagai seorang Ibu Rumah Tangga yang setiap harinya bergulat dengan berbagai macam urusan "dalam negeri", menyambut bulan Ramadhan pasti membutuhkan persiapan. Bukan hanya secara fisik tapi juga cara bagaimana bisa survive selama bulan Ramadhan. Bisa mengerjakan tugas rumah tangga juga bisa melakukan kegiatan lainnya dengan tetap menjalankan puasa di bulan ramadhan.
Apalagi bila ibu rumah tangga seperti saya yang memiliki hobi menulis. Pastinya butuh konsentrasi penuh. Nah bagaimana cara agar balance antara pekerjaan rumah tangga, puasa dan menulis bisa seiring sejalan selama bulan ramadhan?
Semoga seiring sejalan (dok.pri)

Bijaklah membagi waktu untuk ketiga hal tersebut diatas. Saat harus mengerjakan tetek bengek urusan rumah tangga ya diselesaikan dulu. Biasanya waktu untuk beberes adalah pagi hari. Setelahnya bisa mengerjakan hal lainnya seperti melanjutkan menulis di depan laptop.
Menjelang sore mulai sibuk di dapur lagi untuk menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan buka puasa. Sehingga pembagian waktu yang tepat tidak mengganggu kegiatan kita. Dengan begitu sesuai dengan harapan diri.
Harapan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan tahun ini bisa lancar tanpa meninggalkan kegiatan kita sehari-hari. Jadi pintar-pintarnya kita menggunakan kesempatan yang ada. Untuk itu dibutuhkan komitmen yang tinggi dan konsistensi dalam diri kita. 
Bagaimana komitmen dengan rencana-rencana yang sudah disusun dan dipersiapkan sebelumnya. Yang penting lagi konsisten untuk menjalankannya. Target diri dalam melakukan semua yang sudah direncanakan sebaik mungkin tanpa melenceng, insha allah harapan bakal terwujud. 
Harapan Puasa di bulan suci Ramadhan barakallah. Alhamdulillah, pekerjaan rumah tangga tak terbengkalai dan untuk urusan menulispun tetap lancar jaya. Semoga bisa mengikuti dan menyelesaikan tantangan menulis dari #thrkompasiana2019. Insha Allah, Aamiin...
Bulan Ramadhan jangan dijadikan alasan untuk tidak produktif menulis. Justeru saatnya untuk berbagi tentang hal-hal positif yang kita ketahui. Misalnya sebagai ibu rumah tangga saya bisa membagi artikel tentang resep berbuka puasa yang praktis atau berbagi tips lainnya.
Harapannya kita dapat amal bila apa yang kita tuliskan bermanfaat untuk orang lain. Sebab, ilmu yang bermanfaat bagi orang lain akan mendatangkan pahala bagi kita selama orang yang membaca artikel kita mendapatkan hal positif. Informasi atau ilmu yang kita share bisa digunakannya di jalan kebaikan.
Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).
Insha Allah....
Buat sahabat blogger dimanapun berada:
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan 1440 H
Semoga semua lancar dan barokah dan segala amal diterimaNya. Aamiin Yaa Robal Alamin

#setip
#setipestrilookcommunity

S.31 : RM Prambanan, Rumah Makan Legendaris Malang Sejak 1972

Mei 05, 2019 Add Comment
Warga asli Malang pasti tahu RM Prambanan. Apalagi yang usianya sudah sepuh kepala 6 atau 7. Mereka pelanggannya, kadang mengadakan reuni mengenang masa lalu. Dan cocok sekali dengan suasana rumah makan yang bertahan hingga hampir setengah abad.
RM Prambanan (dok.pri)

Bangunan rumah makan itu  lumayan luas. Terletak di lokasi yang sangat strategis, tepatnya di Jalan Bromo no. 37 Kota Malang. Nuansanya terkesan seperti bangunan lawas namun tak meninggalkan kesan estetika atau unsur keindahan. Tampak ruangannya dengan plafon aksen kayu bercat coklat tua dan kursi jaman dulu dengan meja panjangnya. Itulah Rumah Makan Ayam Goreng Prambanan Sari yang ngehits pada jamannya sekitar  tahun 90-an.
Meski tergolong rumah makan yang berusia hampir setengah abad ini, namun pelanggan setianya masih berdatangan mencicipi menu utama yakni Ayam Goreng Prambanan.

Di jam makan siang hampir semua kursi yang tersedia juga lesehan dipenuhi para pengunjung. Mereka bukan saja pelanggan lama tapi juga pelanggan turun temurun serta orang baru. Banyaknya pengunjung menandakan menu yang ada cocok dengan selera kebanyakan. Pemilik RM Ayam Goreng Prambanan Sari adalah Bapak H. Ismail Aryono. Seringkali orang mengira Pak Ismail berasal dari Jawa Tengah atau Jogjakarta, terkait nama rumah makannya  yakni Prambanan Sari. Padahal suami dari Ibu Hj. Hartini adalah asli Arema, arek Malang. Ternyata dibalik nama Prambanan Sari, ada kisah perjuangan hidup Bapak Ismail. Seorang yang dikenal ulet dan tekun di masa mudanya itu pun berkisah panjang lebar melalui istrinya. Ismail yang kini berusia 78 tahun, setahun ini kesehatannya agak menurun karena sakit strooke.

Kisah Dibalik Nama Rumah Makan Ayam Goreng Prambanan Sari

Ismail muda adalah seorang pemuda yang giat bekerja. Awalnya mempunyai usaha berjualan kripik usus yang dibungkus plastik dan dititipkan di warung-warung. Namun karena ingin hidup lebih baik lagi, pada tahun 1965 Ismail muda merantau ke Jawa Tengah atau ke Kota Semarang. Dengan mengendarai sepeda onthel, pemuda yang bersahaja ini mengayuh sepeda selama 2 minggu hingga tiba di kota tujuan.
Dalam perjalanan panjang yang cukup melelahkan, Ismail berangan-angan ingin memiliki usaha lain yang di Malang belum ada. Sampai akhirnya lahir keinginan untuk membuka usaha ayam goreng yang terinspirasi dari Ayam Goreng Suharti di Solo. Namun keinginan itu belum bisa terlaksana karena di Semarang diterima bekerja di sebuah perusahaan Philips. Bertahan bekerja sebagai karyawan hanya 3 tahun dan kemudian kembali ke Malang.
Keinginan terlaksana berjualan ayam goreng dan ayam bakar pada tahun 1972. Saat itu Sarinah yang dulu masih supermarket, oleh Pak Ismail dan Bu Hartini menjadi tempat untuk menitipkan produknya. Dihari pertama hanya laku 2 potong ayam yang saat itu berbandrol 2000/potong dan 6500/ekor.
Owner Ismail (yang duduk) dok.pri

Seiring berjalannya waktu ayam goreng yang kemudian dinamakan Ayam Goreng Prambanan Sari itu semakin dikenal masyarakat Malang. Hingga tahun 1987 Pak Ismail membuka outletnya di halaman Sarinah. Dua tahun kemudian karena Sarinah harus direnovasi, Ayam Goreng Prambanan pindah ke Jalan Semeru. Meski berpindah tempat, pelanggan masih setia mencari keberadaannya. Pelanggan yang berasal dari segala lapisan ini seakan tak mau berpaling meski saat itu mulai menjamur penjual ayam goreng.
Setahun kemudian tepatnya tahun 1990 atas usahanya yang kian meningkat omsetnya, Pak Ismail berhasil membeli tanah di Jalan Bromo. Kemudian dibangun Rumah Makan Ayam Goreng Prambanan Sari yang permanen hingga kini. Lokasinya yang berada di pojok dengan lahan parkir yang lumayan luas, membuat pelanggan semakin bebas untuk memarkir kendaraannya saat ingin berkunjung.

Menu Andalan Yang Memikat Pelanggan

Menurut Ibu Hartini, menu andalan di rumah makannya adalah ayam goreng yang dimasak dari bahan pilihan. Ayamnya dari jenis pejantan diolah dengan bumbu dan rempah alami tanpa MSG. Bumbunya antara lain kunyit, jahe, bawang, garam serta gula bathok (gula merah). Kalau memasak dengan komposisi dan ukuran yang pas akan menghasilkan rasa yang enak. Namun Bu Hartini tidak menampik bahwa ada rahasia dapur saat memasak ayam goreng Prambanan sehingga bisa empuk dengan cita rasa bumbu yang meresap sempurna.

Selain menu utama ayam goreng beserta lalapan dan sambal yang menggoda, menu tambahanpun tersedia.  Menu tambahan merupakan menu permintaan pelanggan, seperti sayur gudeg, sate usus, rempelo, tempe tahu goreng, sayur oseng daun pepaya, ikan goreng dan masih banyak lagi.
Menu Ayam Goreng (dok.pri)

Disaat-saat tertentu seperti ramadhan dan liburan panjang, Bu Hartini yang memiliki tiga orang anak ini mengakui, bisa memasak hingga 27 macam menu tambahan. Itu semua demi pelayanan pada para pelanggan yang setia. Namun rumah makan yang buka pukul 08.00 hingga pukul 22.00 ini, tidak akan memasak kembali bila ayam gorengnya habis. Jadi tidak menutup kemungkinan rumah makan tutup lebih awal. Menurut pengalaman, pelanggan yang mampir akan memesan ayam goreng dan bila mengetahui habis maka tak jadi bersantap makan.

Tentang semua masakan termasuk ayam awalnya dimasak menggunakan kayu, kemudian menggunakan arang. Bu Hartini mengatakan, cara memasak dengan kayu rasanya akan jauh lebih enak jika dibanding memasak dengan gas. Tapi karena perkembangan jaman, juga memasak menggunakan kayu asapnya mengganggu tetangga sekitar, akhirnya sekarang untuk memasaknya menggunakan gas seperti pada umumnya. Memasaknya di rumah dan tetap ditangani sendiri oleh Bu Hartini, sedangkan karyawan hanya membantu meracik dan melayani.

Penyajian yang Unik dan Lain dari yang Lain

Di Rumah Makan Ayam Goreng Prambanan Sari, begitu pengunjung masuk akan melihat aneka menu masakan yang ditata rapi di meja panjang. Bila hari masih pagi atau baru buka lauk tersaji lengkap dengan aroma yang tentu saja menggoda selera. Pengunjung bebas memilih menu yang kemudian oleh karyawan akan dibantu dengan pelayanan yang ramah.
Bila pelanggan memilih ayam goreng oleh karyawan akan diletakkan di sebuah nampan , kemudian akan digoreng dan disajikan. Ayam ataupun ikan yang didisplay itu sudah matang atau dalam bahasa Jawa diungkep,  tapi lebih nikmat lagi dimakan dalam keadaan panas. Lauk yang disajikan semua fresh dan tentu saja sesuai selera pelanggan.
Rumah makan ini mempekerjakan 30 orang karyawan yang dibagi dalam 2 shift. Masing-masing pagi dengan jam kerja pukul 08.00 hingga pukul 15.00. Sedang shift berikutnya pukul 15.00 – 22.00. Dengan pembagian shift diharapkan oleh Ibu Hartini, semua pelanggan bisa dilayani dengan baik.

Ingin Bertahan dan Mengalir Untuk Anak Cucu

Diusianya yang menapak senja, tak berlebihan keinginan Bapak Ismail dan Ibu Hartini. Setelah menghantarkan putra-putrinya mandiri, mereka berharap apa yang selama ini dirintisnya yakni Rumah Makan Ayam Goreng Prambanan Sari, keberadaannya bisa dijaga dan dipertahankan. Meski sekarang begitu banyak kompetitor tapi dengan menjaga hubungan yang baik dengan para pelanggan, insha allah semua berjalan lancar. “Jangan lupa berdoa kepada Allah yang memberi rejeki kepada kita,” tandas Pak Ismail.
Suasana kafe (dok.pri)
Kepada ketiga orang penerus usahanya kelak, mereka berdua sudah memberi bekal selain pendidikan juga ilmu dalam mengolah masakan andalan rumah makan mereka. Suatu saat pasti akan ada yang meneruskan usaha kuliner yang sudah termasuk legendaris ini. “Semoga bertahan selamanya untuk anak cucu kami,” harap Bu Hartini.
Rumah makan yang mempunyai fasiltas seperti mushola, meeting room untuk 20 orang juga tersedia ruang gathering di lantai atas untuk 100 orang. Lantai 2 merupakan pengembangan ruangan atas permintaan pelanggan. Karena tak jarang ada acara instansi yang mengadakan rapat di rumah makannya.

Sedang untuk memenuhi kebutuhan rohani karyawan, Bu Hartini  setiap Jumat 1 jam sebelum buka, mewajibkan semua karyawannya untuk mengikuti pengajian. Ada seorang ustad yang diundang secara rutin untuk mengisi acara tersebut. Sehingga bisa dibilang Rumah Makan Ayam Goreng Prambanan tak semata menjalankan usaha saja, tapi juga mengejar nilai pahala dalam menjalankan bisnis kulinernya.  Semoga harapan dan keinginan Bapak Ismail dan Ibu Hartini mendapat ridho dan barokah dari Allah. Insha Allah…
                                             

#Setip
#SetipEstrilookCommunity