Tampilkan postingan dengan label Lomba Nge-blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba Nge-blog. Tampilkan semua postingan

Menjadi Narablog Sebagai Cara Menebus Rasa Bersalah

Januari 25, 2019 73 Comments
Dunia menulis sebenarnya jauh hari sudah menjadi bagian hidup saya. Bisa dibilang tiada hari tanpa menulis. Maklum saja sebagai mahasiswa program jurnalistik, saya memang aktif berkegiatan di penerbitan kampus dimana saya menempuh studi. Hingga waktu bagi saya adalah identik dengan menulis dan meliput acara, baik acara mahasiswa ataupun acara rektorat.

Biasanya usai jam kuliah, saya menuju ke suatu ruangan yang menjadi bagian dari gedung rektorat. Berkumpul dengan mahasiswa fakultas lain yang mempunyai kesamaan minat di bidang menulis. Berbincang tentang isu apa yang tengah hangat untuk dijadikan liputan khusus. Jaman itu belum ada istilah viral seperti jaman now. Saya memang produk jaman old, mahasiswa yang eksis menulis di tahun 90-an.

Saya merasa beruntung kuliah di perguruan tinggi negeri yang notabene memperhatikan fasilitas dan minat mahasiswanya. Sebagai mahasiswa perantau, saya terus terang merasa terbantu oleh pihak kampus. Kegiatan menulis dan aktif mengelola penerbitan milik humas kampus ini didanai oleh rektorat. Jadi secara tidak langsung, fee atau honor menulis serta " gaji" bulanan saya peroleh juga. Alhamdulillah, bisa untuk bertahan hidup di tanah rantau. Hehe...
PK Identitas Unhas (dok. Identitas UH)

Tidak itu saja, biasanya banyak acara yang digelar oleh fakultas seperti seminar atau kajian ilmu. Saat meliput itulah saya seakan mendapat angin surga. Kok bisa? Ya jelas karena saat peliputan berbagai fasilitas saya dapatkan. Diantaranya dapat ilmu, dikenal rektor dan pejabat rektorat seperti PR 1,2 atau 3 serta dekan semua fakultas juga banyak teman.

Untuk menambah uang saku saya sering menulis di media lokal. Beberapa kali juga dimuat di media nasional saat itu. Kemudian selesai KKN, saya diperbantukan di humas kantor gubernur untuk mengelola koran mingguan. Bersyukur sekali jauh dari orang tua dengan kiriman uang pas-pasan, saya bisa menghasilan uang dari menulis.
Kliping tulisan  (dok.pri)

Itu cerita masa lalu saya sebagai mahasiswa program jurnalistik. Oya kala itu, setiap ujian saya selalu dapat dispensasi karena seringnya ikut liputan ke luar daerah. Dosen sangat memahami posisi saya dan baik hati semua. Pokoknya beruntunglah dan bersyukur bisa aktif di media meski skala kecil. Lantas apakah ilmu jurnalistik dan pengalaman meliput menjadikan saya seorang pewarta setelah diwisuda?

Usai Wisuda Balik ke Kampung, Menjauhkan Saya Dari Dunia Menulis

Sebenarnya saat wisuda saya masih bekerja di media kantor pemerintah. Namun atas desakan orang tua -- sebagai anak perempuan -- ketika orang tua meminta saya untuk pulang ke kota asal, saya tak bisa menolak. Menurut ortu boleh kerja dimanapun, asal di Jawa. Dengan berat hati, saya menyetujui permintaan beliau. Sebenarnya sih  sayang banget meninggalkan kota tempat saya kuliah, karena banyak peluang untuk bekerja yang sesuai dengan minat dan disiplin ilmu saya.

Pulang ke kota sendiri adalah pilihan yang tepat untuk menghindari konflik dengan ortu. Akhirnya  selang sebulan,  saya diterima  bekerja di sebuah perusahaan Jepang yang berkantor disekitar Jalan Thamrin Jakarta. Begitu sibuk dengan pekerjaan, pagi pergi pulang malam membuat saya tak sempat untuk menulis. Dan benarlah, waktu saya habis untuk mengukur jalanan di Jakarta. Saya sadar sudah menjadi bagian kemacetan Jakarta saat itu. Duh..

Waktu terus berjalan. Pelan namun pasti, keinginan saya terkikis dan "melupakan" dunia menulis. Sampai pada suatu saat terjadi peristiwa dahsyat di negeri ini. Demonstrasi besar-besaran menuntut tumbangnya orde baru dengan mengusung isu reformasi. Dimana-mana terjadi kekacauan dan suasana tidak kondusif. Kembali karena rasa sayang, orang tua meminta saya untuk pulang ke kota asal. Alasannya karena ibukota saat itu genting. Saya adalah salah satu saksi yang benar-benar melihat bagaimana Jakarta waktu itu membara.

Saya pun mengurus surat resign dan segera pulang ke rumah. Ibu dan ayah bahagia dan memohon saya untuk tidak bekerja jauh dari mereka. Ya sudah sebagai anak yang patuh, saya pun mengikuti keinginan orang yang saya sayangi. Saat itu usia saya menginjak 28 tahun dan masih jomblo! Sedikit flashback, jaman kuliah dulu saya tak punya waktu untuk berpacaran. Habis waktu untuk meliput dan mengejar deadline. Jadi wajar juga saat umur diambang kepala tiga, saya belum menikah.

Dan saya yakin rejeki itu sudah diatur sama Allah. Berada di rumah empat bulan, ternyata saya malah menemukan tambatan hati. Benar-benar kuasa Illahi tak dapat ditolak. Tentu saja saya bahagia. Malah setelah menikah saya bekerja di perusahaan Amerika. Di perusahaan ini karierku lumayan meningkat hingga dapat reward dari perusahaan. Alhamdulillah.

Sayangnya tiga tahun kemudian perusahaan itu ditutup karena ada suatu kebijakan pemerintah. Saya sebagai karyawan hanya bisa menerima kenyataan bahwa kantor tak beroperasi. Dan  lagi-lagi rejeki menghampiri. Ada keyakinan ini mungkin berkat doa kedua orang tua yang menginginkan saya bekerja dan hidup tak jauh dari mereka. Hingga rejeki selalu mengalir untuk kami.
Reward ke Thailand  (dok.pri)

Bersyukur sekali saya dipercaya kantor pusat untuk menjadi Dealer Utama sebuah produk fashion dengan beberapa kota sebagai area kerja. Begitu serius saya mengerjakan tugas yang diemban, hingga omset menjulang dan target penjualanpun terpenuhi. Reward bertubi-tubi berupa jalan-jalan ke dalam negeri sampai luar negeripun saya terima. Alhasil, dunia menulispun semakin tak terjangkau lagi. Dikepala hanya ada target, target dan target. Kerja seperti tak kenal waktu hingga betu-betul melupakan duniaku ketika kuliah dulu.

Dua Belas Tahun Kemudian...

Perkembangan dunia teknologi yang masuk ke Indonesia beberapa tahun belakangan ini sangat pesat. Terutama di bidang teknologi informasi yang merambah hingga ke masyarakat luas. Seperti contoh adanya handphone yang ketika di akhir tahun 90-an masih merupakan barang mahal, sekarang bukan lagi milik orang-orang kaya. Semua kalangan memiliki bahkan hingga dua sampai tiga handphone.

Saat keluar smartphone android yang menggunakan sistem operasi berbasis linux sebagai telepon pintar, masyarakatpun berbondong-bondong untuk memiliki. Begitu juga mitra kerja saya yang berjumlah hampir 2000 orang. Dunia seakan ada digenggaman termasuk dunia bisnis dengan sekali sentuh pada layar smartphone. Info apapun berbasis internet bisa diakses oleh orang yang sebelumnya tak paham dengan prosedur bisnis.

Akhirnya muncul bisnis online dengan akses menembus langsung ke suplier itu berdampak besar pada tempat saya bekerja. Omset turun drastis. Tak bisa dicegah lagi, agen saya satu per satu berpaling. Jadilah awal tahun lalu saya resign dari perusahaan yang selama 12 tahun memberi warna dalam hidup saya dan keluarga.

Menjadi Blogger, Membayar Rasa Bersalah

Beberapa waktu setelah resign, saya mulai menata hati dengan merenung. Segala pencapaian dan usaha keras sekian tahun seperti tak ada artinya. Semua seperti tergulung oleh waktu dan tentu saja menyisa rasa sedih. Tapi bukan saya namanya kalau tak lama bersemangat lagi. Mengisi kembali hari-hari dengan banyak membaca menumbuhkan keinginan untuk menulis lagi. Senang rasanya masih ada asa untuk menggali minat lama.

Ya Allah mungkin ini jawaban yang Kau beri atas segala doa yang saya panjatkan. Sejak itu saya rajin browsing mencari teman yang seminat. Alhamdulillah jalan itu ditunjukkan oleh Allah melalui teman-teman yang mengajak untuk aktif menulis lagi. Tapi di awal menulis setelah 20 tahun tak menjamahnya, sangat berat dan sulit. Jangankan menulis artikel, memulai dari mana saja seperti tak berujung. Berkat bantuan teman-teman di Kota Malang, menulis adalah bukan hal yang mustahil.

Beberapa tips saya menggali diri kembali untuk menulis :

1. Banyak Membaca

Dengan membaca memancing munculnya kosa kata untuk memperkaya kalimat. Bacaan apapun selagi isinya bermanfaat akan saya lalap habis. Sehingga otak yang tadinya terisi target, target dan target berubah menjadi kalimat-kalimat yang informatif.
Membaca Buku (dok.pri)

2. Belajar Menulis (Lagi)

Mengikuti beberapa training penulisan online yang banyak ditawarkan di grup-grup FB atau WA. Dengan begitu menggugah semangat untuk lebih optimis dalam belajar. Ini penting mengingat selama dua puluh tahun saya "melupakan" dunia menulis.

3. Berkomunitas

Menjalin hubungan dengan sesama penulis dalam suatu wadah untuk membangkitkan rasa percaya diri pastinya butuh partner kan? Nah di komunitas tersebut saya mendapat banyak info dan ilmu terkait apapun tentang dunia menulis dari teman-teman penulis.
Bersama blogger (dok.pri)

4. Jadi Blogger

Kalau jaman old orang yang suka menulis ya disebut penulis . Seiring berkembangnya jaman, penulis sekarang banyak yang menuangkan idenya di sebuah blog. Sehingga penulis sekarang identik dengan sebutan blogger.

Sejak Maret 2018 saya bergabung di beberapa komunitas seperti Bolang (Blogger Kompasiana Malang), Emak Blogger, BloggerCrony, Blogger Perempuan Network juga Juragan Artikel, baik grup online atau grup Whastapp. Alhamdulillah bersama teman-teman semangat menulis saya jadi menggebu-gebu.

Dengan pede (percaya diri)  saya tak sungkan untuk memperkenalkan diri sebagai blogger atau biasa juga disebut sebagai narablog. Di tahun yang sama tepatnya dibulan Agustus, saya betul-betul aktif menulis di blog pribadi yang berbayar. Sebenarnya bulan Maret, tapi baru betul-betul menjadi ajang nulis saya di Agustus.


Pencapaian Tahun 2018 dan Resolusi Tahun 2019

Semangat bila terlahir dari dalam diri, ditambah dari faktor ekstern (sesama blogger) memang dahsyat hasilnya. Begitupun semangat saya jadi luar biasa dan cetar. Terus terang saya bangga, terlepas dari rasa sombong ya. Tepat akhir tahun 2018 mengecek pencapaian dalam membuat tulisan, ya Allah saya menganga sendiri. Ada 110 artikel yang kutulis dari Maret hingga Desember 2018. Sebanyak 74 artikel ada di kompasiana dan 36 ada di blog pribadi.
Akun Kompasiana saya (dok.pri)

Saya mengira tulisan sebanyak itu adalah hasil dari rasa bersalah saya selama 20 tahun meninggalkan dunia menulis. Halooo...20 tahun saya ngapain aja? Rasanya saya ingin menangis dan terharu pada diri sendiri. Rasa bersalah saya kubayar tuntas lewat tulisan dan predikat baru saya sebagai BLOGGER. Saya bahagia. Plong hati saya.

Rasa syukur tidak berhenti di pencapaian 2018. Pada tahun ini harapan atau resolusi saya ingin lebih konsisten menulis seperti blogger lainnya. Berjuang dalam memberi informasi di blog serta menyandarkan harapan pada tulisan-tulisan saya agar lebih bernas. Jangan lelah belajar adalah kata yang tepat untuk saya, seorang blogger pemula.


Artikel ini diikutkan untuk Kompetisi Blog Nodi


  




Tebing Memesona itu Bernama Parang Tetes, Wonderful Indonesia Banget !

Desember 04, 2018 15 Comments
Ada anekdot : Jangan pernah berkunjung ke Malang.....(kalau hanya sehari).  Hehe...berarti kalau berkunjung ke Kota Apel ini paling tidak 2 hingga 3 hari atau seminggu ya? Memang destinasi wisata apa saja yang ada di Malang? Banyak lho, ada gunung, pantai, air terjun atau wisata buatan. Lengkap ! Cobalah main ke Malang, buktikan dengan melihat keindahan alamnya yang memesona. Salah satunya sebuah tebing tinggi bernama Tebing Parang Tetes yang Wonderful Indonesia banget. Pernah dengar namanya? Kalau belum, yuk simak yaa...

Tebing Parang Tetes (dok.pribadi)



Parang Tetes Tebing Tinggi yang Eksotis

Lokasinya masuk wilayah Bendolawang, Ngadirejo-Jabung Kabupaten Malang. Kira-kira berjarak 25 KM arah timur Kota Malang dan ditempuh dalam waktu satu jam. Untuk menuju ke Tebing Parang Tetes -- dari pertigaan Kenongo, Tumpang -- kita belok kiri. Kemudian melewati jalanan mulus yang tak begitu lebar sekitar 5 KM. Sepanjang jalan bakal disuguhi hamparan  persawahan penduduk yang membelah jalan ber-hotmix.
Dari Pertigaan Kenongo, Parang Tetes masih 5 km lagi (dok.pribadi)

Tiba di Bendolawang terdapat tanda arah menuju Coban Jidor. Ikuti saja rutenya sampai di sebuah jalan setapak lumayan curam sejauh 1 km. Pemandangan hijau menyejukkan mata terlihat dan tak lebih 10 menit kita tiba di tempat parkir area wisata Coban Jidor. Wisata coban ini dikelola oleh Perhutani Malang dibantu oleh penduduk setempat. Namun bukan wisata air terjun yang saya ceritakan, tapi view indah menuju air terjun. Dengan Harga Tanda Masuk 5 rb dan parkir motor 5rb, kita bisa sepuasnya menikmati bentangan alam yang menakjubkan.

Coban Jidor itu adalah sebuah air terjun yang cukup dikenal masyarakat. Namun untuk menuju kesana kita akan melewati tebing  setinggi  50 meter yakni Tebing Parang Tetes. Tebing ini sangat gagah dengan panjang jalan dipinggir tebing kurang lebih 300 meter. Siapapun yang berada disisi tebing akan terlihat seperti liliput yang tengah berdiri di batu raksasa. Betapa kecilnya manusia, dan betapa besar sang pembuat alam.
Seperti Liliput (dok.pribadi)

Menikmati alam bebas konon bisa membuat kita lebih merasa fresh. Dengan melihat hijaunya pepohonan serta tebing yang kokoh, bisa sedikit mengalihkan rutinitas sehari-hari kita. Siapa yang gak suka memandang view yang indah?

Nah saya pun demen menikmati alam. Beberapa wakti lalu saya ke tebing Parang Tetes. Jalan menuju kesana masih berupa tanah berundak-undag. Masing-masing undag dipisahkan bambu agar bisa menahan beban tanah yang dipijak pengunjung. Berapa jumlah anak tangga? Lumayan sih dengan menuruni sekitar 100 anak tangga sampailah di area tebing Parang Tetes.
Jalan berundag, turun dan agak curam (dok.pribadi)

Saya terhenyak tak berkedip, Indonesia memang luar biasa. Saya bangga sebagai anak bangsa yang beruntung hidup di bumi pertiwi. Masya Allah...saya mendongak ke atas, batu raksasa menjulang tinggi eksotis dihiasi tanaman liar. Sesekali ada tetesan air menitik persis di wajahku. Adem. Ternyata tetesan air itu berasal dari celah tebing berbatu.

Parang Tetes, Tebing yang Meneteskan Air...

Ini adalah nama tebing tinggi yang kita lewati sebelum mencapai Coban Jidor. Dinding tebingnya tinggi berwarna keperakan. Saat diterpa sinar matahari akan tampak kerlip berwarna dari partikel pecahan dinding tebing. Sehingga menampakkan keindahan, kekokohan dan kegagahannya. Bebatuan besar juga banyak disepanjang jalan tebing yang tak terlalu lebar. Kalau  kita menyusuri jalan setapak sisi tebing ini  kudu ekstra hati-hati...
Penampakan View hijau dibawah tebing (dok.pribadi)

Saat berdiri di bebatuan akan tampak panorama hijau di sebrang tebing. Tentu saja tampak jurang menganga tapi tertutup oleh pepohonan yang hijau.  Sungguh menarik bila kita bernarsis di sekitar tebing Parang Tetes ini.
Tampak Batu basah karena tetes air (dok.pribadi)

Menurut Cahyo -- salah satu penduduk asli Ngadirejo mengatakan, Parang Tetes itu berarti lereng tebing yang meneteskan air. Betul saat berkunjung kesana memang terlihat di bagian tertentu ada tanah di bawah tebing, terlihat sedikit basah karena tetesan air dari atas. Tebing di bagian tertentu bentuknya menjorok ke jurang. Tampak sedikit memayungi area tanah dibawahnya.
Salah satu sisi Tebing Parang Tetes (dok.pri)

Nama Parang Tetes menarik perhatian saya. Waktu ditelisik ternyats kata Parang berasal dari kata pereng atau lereng yang terkait dengan tebing (sumber: Wikipedia). Sedangkan Tetes dalam Bahasa Jawa berarti air yang menetes. Kenapa tebing indah yang bagai tembok batu raksasa itu dinamakan Parang Tetes ? Ya karena memang faktanya seperti itu, banyak tetesan air jatuh dari atas tebing.
Penampakan Parang Tetes dari sisi atas (dok.pri)

Ada Petilasan Mbah Tamrin

Saat menyusuri sisi tebing yang berbatu besar, tampak sebuah batu ceper berpagar bambu. Saya penasaran. Dan terlihat tulisan "Petilasan Mbah Yai Tamrin" yang ternyata adalah sesepuh desa setempat. Tapi konon bukan penduduk asli alias seorang pendatang. Tak ada yang mengetahui asal-usulnya. Tapi sosok ramah ini konon, menurut Cahyo, adalah penyebar agama Islam.
Batu besar di jalan setapak tebing (dok.pri)

Dari cerita yang berkembang, dibawah Tebing Parang Tetes ini Mbah Yai Tamrin dulu pernah tirakat dan semedi selama  tiga tahun. Bahkan Mbah Yai Tamrin juga pernah melakukan hal serupa di Gunung Arjuno. Saat itu tongkatnya tumbuh menjadi sebuah pohon Beringin yang tinggi.

Mbah Tamrin adalah sosok  sederhana. Dengan warga Ngadirejo selalu ramah dan menjaga kerukunan beragama. Padahal pertama kali tiba di Ngadirejo tahun 1920-an, penduduk Ngadirejo mayoritas beragama Hindu Budha. Tapi sebagai seorang penyebar agama Islam, Mbah Tamrin mampu merangkul semua, sehingga meski berbeda agama pun tetap rukun.
Petilasan Mbah Yai Tamrin (dok.pri)

Mbah Thamrin menikah dengan Mbah Saiyah dan meninggal tahun 1948. Mbah Yai Tamrin dimakamkan di pemakaman  Ngadirejo. Sampai sekarang makam Mbah Yai Tamrin sering diziarahi orang dari dari luar kota Malang seperti dari Surabaya, Sidoarjo dll. Menurut Pak Dhodok salah satu pegawai Kecamatan Jabung, makam Mbah Yai Tamrin tetap terawat meski tidak dibangun. Ini sesuai amanah atau permintaannya.

Itulah Tebing Parang Tetes yang menggambarkan sebuah keindahan alam Indonesia dimana disekelilingnya ditumbuhi pepohonan hijau. Bagai permandani alam, tebing inipun memuat kisah yang menarik tentang tetesan air tebing dan juga petilasan sesepuh desa. Ini merupakan bagian dari khasanah kekayaan Indonesia yang beragam. Tebing Parang Tetes adalah salah satu wonderful Indonesia.

Dukung Wonderful Indonesia

Indonesia memang negara yang  kaya dengan beragam potensi wisata alam dan tradisi. Seperti petikan lagu band legendaris Koes Plus Bersaudara....

....
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tempat batu dan kayu jadi tanaman
Orang bilang tanah tanah surga
Tempat batu dan kayu jadi tanaman...

Dari lagu tersebut menggambarkan betapa Indonesia sebuah negeri yang luar biasa. Sepatutnya kita berbangga dan menjaga Indonesia yang berwarna. Yuk dukung Wonderful Indonesia. Caranya? Kunjungi tempat wisata dan sebarkan informasi kekayaan dan keindaham alam Indonesia dalam bentuk informasi yang akurat.

Ikutan Wonderful Indonesia Blog Competitions juga yukk...Saya ikut meramaikan, kalian ?

Ikutan yukkk...



Hijup - Resik V : Tentang Istri Resik Cipta Keharmonisan Keluarga

November 05, 2018 30 Comments
Kalau ngobrolin tentang keharmonisan keluarga,  apa yang terlintas dalam benakmu?  Pasti mengenai hubungan suami istri beserta anak-anaknya kan?  Nah kali ini hubungan yang lebih spesifik lagi,  apaan tuh?  Hehe.. .Pengen tahu kan?  Ya sesuatu yang bisa membuat hubungan suami istri lebih asoy geboy gitu...hihi...
Seru obrolan seputar Istri Resik Keluarga Harmonis (dok.pri)

Candaan rame bernada cekikikan tapi serius itu mewarnai acara Hijup - Blogger  Meet Up Arisan Resik di Hotel Same Malang, belum lama ini. Topiknya sederhana "Istri Resik,  Keluarga Harmonis". Tapi siapa sangka topik itu menjadi ladang ilmu bagi semua peserta? Meski dari peserta ada yang belum berkeluarga, minimal ada ilmu yamg didapatkan dari acara ini.

Kolaborasi cantik: Hijup dam Resik V

Ada yang beda suatu siang di resto hotel yang berlokasi di Jalan Patimura no 19 Malang.
Perempuan-perempuan cantik berkumpul dengan balutan dress code nuansa Putih Coklat.  Warna yang terkesan kalem ya, namun terlihat elegant. Di depan backdrope ada empat kursi tinggi tertata untuk pembicara.  Acara talkshow tentang Istri Resik Keluarga Harmonis bakal digelar disini.
Blogger kumpul bareng (dok.pri)

Dipandu MC Pinky Darla yang renyah suaranya, sharing iini menampilkan 3 nara sumber yakni Bebenadila (blogger), dr. Lusiana Permata Sari, Sp.Og dan Yuna Eka Kristina (BM PT Kino Indonesia). Wah keren-keren ya narsumnya.

Oya...saat kami ber-20an tiba dilokasi ternyata tempat duduk sudah diatur rapi sesuai nama masing-mading.  Wahh kebetulan saya duduk paling depan. Mungkin panitia tahu ya kalau penglihatanku sudah mendua.  Haha...maksudnya  sudah gak fokus alias kaburr... Tapi kalau lihat hampers yang terpampang didepan setiap peserta,   rasanya mataku jadi blink-blink melihat isinya.
Suasana acara Meet Up Resik V,  Hijup dan Blogger Malang(dok.pri)

Dengan yakin saya intip isinya,  ada 3 buah resik v berukuran kecil, dompet serta kotak hitam bertuliskan Hijup.  Penasaran ingin tahu apa isinya,  pede aja kalau rejeki gak kemana  yaa..hehe... Alhamdulillah isinya hijab dari Hijup. Dalam hati Hijup itu apaan sih?  Masa sudah dapat bingkisannya,  masih juga gak tahu Hijup?

Akhirnya sebelum acara dimulai,  saya pun browsing.  Ternyata Hijup adalah semacam platform online yang menyediakan produk-produk muslim.  Wah asikk nih. Secara saya butuh juga produk busana dan aksesoris Islami untuk acara-acara tertentu. Beruntungnya ada voucher belanja yang berakhir hingga 30 Nopember. Ada diskon sebesar 50 ribu rupiah dengan minimal belanja senilai 250 rb. Teman-teman yang ingin belanja jangan lupa ya kode vouchernya HIJUPRVMMALANG. Eh buat kalian yang ingin tahu produk-produk hijup, bisa intip akun Instagramnya ya...
Produk Hijup (dok.istimewa)


Sharing acara Istri Resik Keluarga Harmonis ini terselenggara karena kolaborasi antara #resikvmanjakani dan #hijup. Keren yaa jadinya bisa ada #arisanresik. Sudah pada tahu kan tentang produk Resik V Manjakani?  Yaa betul, Resik V adalah pembersih khusus dengan ekstrak buah Manjakani untuk organ intim wanita bagian luar, yang juga berfungsi untuk mengurangi bau tak sedap. Ditambah dengan ekstak Bengkoang untuk mencerahkan paha terutama di daerah pangkal paha.
Produk Resik V ManjakanManjakani (dok.pri)

Nah udah jelaskan tentang produk Resik V Manjakani yang penting buat kita para istri? Wahhh saya jadi ngeh nih,  kenapa Resik V erat kaitannya dengan keluaega harmonis.  O owww...ternyata eh ternyata....

Talkshow yang Seru Habis Bahas yang rada Nyrempet-nyrempet

Alhamdulillah selesai browsing-browsing, acara talkshow pun dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Bebenadila pembicara pertama  mengupas tentang rahasia keluarga harmonis. Bebe menceritakan tentang hubungan jarak jauh dengan suaminya selama 2 tahun. Hubungan yang kerap dinamakan Long Distance Relationship (LDR) ini memisahkan dirinya dan suami. Menado dan Tangerang yang dibelah jarak ini, mampu dilewatinya. Bahkan saat kehamilannya, Bebe mengaku jauh dari suami. Tapi tetap dijalani dengan sabar... #uhuiii .


Kunci hubungan LDR ini ,menurut Bebe, dengan intens berkomunikasi. Tahu yaww jaman udah maju jadi memanfaatkan teknologi komunikasi dengan bersay helo atau melaui whattaps.  "Intinya walau berjauhan jangan sampai putus komunikasi, " tandasnya.  Dengan begiru hubungannya dengan suami juga bertambah mesra. Karena jadi kangen-kangenan.

Kalau pas ketemu?  Ya sebelumnya siapin diri biar wangi dan bersih, pasti memakai produk pembersih seperti Resik V Manjakani.  Itu salah satu upaya agar hubungan suami istri tetap harmonis. Pasti jadi seseru dong, lama gak ketemu.. terus pas ketemu dipuas-puasin.  Peserta talkshow pada mesem-mesem. Hehe.
Futu-futu bersama Bebe dan dr. Lusiana (dok.pri)

Sedang keluarga harmonis dari segi medis dipaparkan oleh dr. Lusiana. Menurutnya seorang istri harus pandai menjaga kebersihan organ intimnya.  Sebab dengan kenyataan pernah melahirkan anak, otomatis bagian miss V nya sudah tidak seelastis, seperti dulu lagi.  Jadi butuh olah raga khusus untuk organ intim tersebut.

Caranya?  Dengan tahan nafas sambil mengencangkan otot miss V.  Lakukan sesering mungkin, sehingga otot miss V bisa elastis lagi.  Kalau demikian menurut dokter, dalam melayani suami bisa terpuaskan. Kalau suami ogah-ogahan "ngajak" ya istri harus sedikit agresif dan ekspresif untuk "meminta". Wawwww....

Sebaliknya saat kita sebagai istri kelelahan karena aktivaktivitas sehari-hari,  jangan sampai menolak suami kalau sedang berhasrat. Sebab bila tidak dikeluarkan cairan spermanya, bisa mengakibatkan  kanker prostat.  What?  Intinya istri harus selalu siap melayani suami. Dan biar lebih pede pastikan menggunakan Resik V ya?

Pembicara ketiga adalah Mb Yuna yang lebih banyak menjelaskan tentang penggunaan dan manfaat Resik V Manjakani. Utamanya tentang pemakaian Resik V yang benar.  Caranya yakni tuangkan sedikit cairan Resik V kemudian campurkan dengan sedikit air dan cucilah organ intim bagian luar.  Tapi jangan langsung dibasuh ya,   biarkan dulu sembari menunggu beberapa menit. Setelah itu baru dibasuh bersih dengan air. Praktis kan? Tapi jangan tanya hasilnya,  pasti bikin ketagihan.  Wkkkwkkk...


Asikk banget mengikuti acara #arisanresik ini.  Banyak ilmu dan pengalaman dari pemateri maupun teman-teman blogger. Malah ada  yang menanyakan hal-hal yang nyrempet dan agak tabu.  Seperti pertanyaan peserta tentang seberapa penting mencukur bulu kemaluan supaya saat berhubungan intim dengan suami tidak menggangu keduanya. Penjelasan yang gambang atau terbuka dan  singkat pun,  membuat seketika geeeer para peserta. Jawabannya apa? Kata Bebe,   boleh mencukur tapi biar nyaman cukup sisakan 1 cm jangan sampai mencukurnya habis.  Karena berakibat tidak nyaman saat berhubungan intim.

Seruuuuu...
Pake bagetttt...haha...


Acara yang guyup ini berakhir sore dengan akhir senyum simpul menghias bibir para peserta. Namun sebelum acara usai, ada Mba Mietha yang memberi info tentang kraft Decoupage.  Ketrampilan ini bisa dikerjakan oleh siapa saja asal telaten dan teliti. Waduhhh lengkap banget .. Sudah dapat ilmu,  sharing pengalaman juga ilmu kraft.  Belum lagi dapat hampers dan kenal blogger. Tambah teman dan silaturahim terjalin. Banyak hadiahnya juga... Hmmm benar-benar keren deh kolaborasi Resik V dan Hijup.  Mau diundang lagi dong, kalau ada acara bernas seperti ini lagi. Makasih banyak yaa Hijup dan Resik V...Emuaacchhh
..


















Minuman Sari Jahe, Penghangat Tubuh Yang Ampuh

Oktober 13, 2018 26 Comments
Pernah mengalami masuk angin?  Rasanya pasti nggak nyaman banget ya. Perut terasa kembung,  mual, kepala pusing dan keluar keringat dingin. Bahkan terkadang bersendawa yang cukup mengganggu aktivitas.

Saya sering juga mengalami masuk angin. Apalagi dalam cuaca yang tak menentu seperti sekarang. Pagi terasa dingin, siang sangat terik dan malam yang gerah.
Bagi saya yang ibu rumah tangga dan punya kegiatan sampingan sebagai pemandu wisata, cuaca sangat berarti dan berpengaruh. 

Lucu kan kalau tengah mendampingi tamu, saya terlihat loyo dan tak bertenaga. Oya kegiatan sampingan saya tidak setiap hari. Namanya juga wisata jadi saya lebih sering terima job saat weekend. Kalaupun weekday itupun tidak sesering weekend. 

Setiap mendampingi tamu saya lebih banyak berinteraksi aktif.  Menjelaskan tentang objek wisata atau destinasi yang akan dikunjungi. Menjawab detil tentang apa-apa yang ditanyakan oleh tamu wisata. Lha kalau yang dikunjungi tempatnya lebih dari satu, bisa dibayangkan saya kudu kuat dan sehat kan?

Rata-rata setiap memandu tamu full nya 2 hari. Destinasi utama yang dituju kebanyakan wisata ke TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru). Tahu kan yaa Bromo sampai sekarang masih menjadi tujuan piknik yang favorit. Rasanya gak sah bila berkunjung ke Malang tak menikmati sunrise di Bromo.
Herbadrink Sari Jahe (Dok. Pri) 

Nah meski saya sudah tak terhitung berapa kali ke Bromo, tapi tetap saja merasa kedinginan saat  berada di wisata andalan Jawa Timur ini. Tahulah ya dengan temperatur mencapai 5 derajat celcius, meski sekujur tubuh terbalut jaket,  kaos tangan, dan juga  kupluk, rasa dingin itu masih menembus tulang. Hehe... Jadinya kudu cari penghangat yang khusus untuk tubuh. Dan pilihan saya : menyeruput Herbadrink Sari Jahe.
Menyeruput hangatnya Herbadrink Sari Jahe (dok.pri)


Herbadrink Produk Minuman Tradisional yang Menyehatkan

Pernah dengar produk Herbadrink kan ? Itu lho produk minuman traditional Indonesia yang diramu khusus dengan bahan alami dan berkualitas. Bentuknya serbuk dan dikemas dalam bentuk sachet. Setiap dos berisi 5 sachet .

Herbadrink memiliki beragam varian diantaranya Herbadrink Sari Jahe, Herbadrink Sari Temulawak, Herbadrink Lidah Buaya,  Herbadrink Beras Kencur, Herbadrink Kunyit Asam dan Herbadrink Wedang Uwuh. Masing-masing varian mempunyai manfaat khusus. Misalnya Herbadrink Sari Jahe yang berbahan Jahe berkualitas serta  bahan alami lainnya, bermanfaat untuk kesegaran dan menghangatkan tubuh.
Beberapa varian Herbadrink (dok.pri)

Varian lainnya Herbadrink Temulawak misalnya, sangat bagus untuk anak-anak terutama yang sulit makan. Dengan kata lain, Sari Temulawak membantu untuk menambah nafsu makan. Rasanya yang enak dan segar sangat digemari oleh segala umur. Nah untuk varian ini, bagi yang masih memiliki anak kecil harus selalu menyediakan Herbadrink Sari Temulawak.

Kalau kebetulan ada masalah dengan  pencernaan jangan kuatir ada  Herbadrink Lidah Buaya. Mengkonsumsi varian ini bisa memulihkan fungsi pencernaan jadi lancar kembali. Untuk urusan "pembuangan" saat pagi hari pasti bakal  teratasi.  Hehe...Wah mantul (mantap betul)  ya produk Herbadrink.

Beberapa keuntungan yang saya rasakan setelah mengkonsumsi minuman serbuk Herbadrink antara lain:

1. Cocok sebagai minunan alami untuk kesehatan
Herbadrink bisa mengatasi bahkan mencegah suatu kondisi tubuh yang tidak kita inginkan. Seperti sakit, kurang  fit,  loyo dsb.  Dengan rutin mengkonsumsinya, kita  tidak bakal rugi karena Herbadrink berbahan alami dan berkualitas sehingga sangat bagus untuk kesehatan.

2. Berbahan alami dan berkualitas.
Indonesia kaya akan tanaman dan tumbuhan traditional.  Tumbuhan tersebut sudah melewati tahap penelitian dan dipercaya bisa mengatasi keluhan kondisi tubuh kita. Nah Herbadrink yang notabebe berbahan alami tentu menjadi pilihan terbaik. Meski tiap hari kita minum produknya tidak ada efek sampingnya, justeru tubuh kita jadi kuat dan sehat.

3. Kemasan yang menarik
Herbadrink dikemas dalam sachet yang ukurannya sedang. Sehingga saat kita ingin meminumnya dengan cara menyeduh, isi sudah sesuai dengan takaran. Bahkan di kemasan terdapat info tentang cara penyajian, kode produksi, tgl kadaluarsa, cara penyimpanan hingga komposisi produk. Lengkap ya jadi tidak usah kuatir apalagi takut untuk mengkonsumsi produk Herbadrink.

4. Harga terjangkau
Meski memiliki khasiat produk minuman serbuk tradisonal yang one,  harga Herbadrink sangat terjangkau sekali. Gak percaya?  Coba buktikan, hehe..

5. Mudah dibawa kemana-mana
Dengan kemasan yang berukuran 8x10 cm sangat mudah untuk dibawa kemana-mana. Saat kerja,  sekolah, berolahraga atau beraktivitas di luar, tidak usah kuatir kalau mendadak memburuhkan Herbadrink. Tinggal seeeettt, seduh dan minum. Ya kan?

Beruntung mengenal Herbadrink yang ampuh

Sejak mengenal Herbadrink khususnya varian Sari Jahe, setiap kali melakukan perjalanan, saya tak pernah lupa membawanya. Buat prepare kalau mendadak membutuhkan. Saya simpan dalam kantong khusus saat harus menemani tamu wisata saya.
Selalu ada di dompet khusus saat sedang "tugas" (dok.pri)

Beruntung rasanya bisa mengenal dan mengkonsumsi minuman tradisional Indonesia dari produk Herbadrink. Saat saya merasa lelah dan capek, Herbadrink Sari Jahe bisa membuat saya bersemangat kembali. Bahkan disaat hawa dingin menyerang,  Herbadrink Sari Jahe menjadi pilihan penghangat tubuh yang ampuh.