Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan
S.33 : Outing Bersama Bolang ke Desa Penghasil Susu di Batu

S.33 : Outing Bersama Bolang ke Desa Penghasil Susu di Batu

Mei 06, 2019 17 Comments
Belum lama ini saya beserta sahabat Bolang menerima undangan untuk outing ke sebuah desa penghasil susu perah. Wah betapa senangnya kami. Tentu saja karena selama ini tidak tahu asal usul susu sapi dan bagaimana prosesnya.
Saat menikmati segelas susu, pernahkah berpikir bagaimana proses segelas susu hadir digenggaman dan siap minum? Ternyata tidak semudah saat kita menyeruputnya dan dalam hitungan detik susu tak tersisa.
Susu segar (dok.Rico)
Susu segar (dok.Rico)
Perjalanan susu dari mulai diperah hingga siap dinikmati bisa dibilang cukup panjang. Dan tentu saja membutuhkan waktu dan kesabaran. Untuk melihat proses tersebut belum lama ini beberapa anggota Bolang (Blogger Kompasiana Malang) diberi kesempatan untuk melihat dari dekat proses pemerahan susu. Termasuk jalan-jalan ke gudang tempat makanan bergizi buat sapi-sapi perah. 
Bagaimana pengalaman menarik itu, tentu saja bisa dibaca ulasannya. Simak ya ...
Kampung Penghasil Susu Desa Brau di Balik Bukit
Desa Brau, Gunungsari, Bumiaji  Batu sebenarnya tak begitu jauh dari pusat Kota Batu. Namun karena menuju kesana harus melalui jalan yang berliku dan tak mulus, sehingga terkesan jauh. Padahal tak lebih dari 3 km dari pusat keramaian kota Batu.
Di desa penghasil susu ini terdapat 70 0rang peternak. Masing-masing orang rata-rata memiliki 5 ekor sapi perah. Untuk setiap harinya peternak susu ini usai memerah akan menyetorkan susu ke sebuah tempat. Yakni Koperasi Margo Makmur Mandiri.
(Dok.pri)
(Dok.pri)
Menurut pengurus koperasi tersebut, Yanuar, setiap hari masuk sekitar 2000-2500 litet susu segar. Pihaknya akan mencatat jumlah susu yang disetorkan oleh petani dua kali sehari yakni pagi dan sore hari.
Susu yang disetor peternak (dok.pri)
Susu yang disetor peternak (dok.pri)
Di buku besar oleh petugas dicatat yang kemudian per 10 hari uangnya akan dicairkan atau diambil peternak. Untuk per liternya akan dihargai berdasarkan grade-nya atau tingkatannya, yakni kualitas terbaik dihargai Rp 5.400, kualitas sedang Rp 5.000 sedangkan kualitas rendah antara Rp 4.500-Rp4.700/liter.
(dok.pri)
(dok.pri)
Susu yang sudah disetor ke koperasi kemudian disterilkan dalam mesin. Baru keesokan harinya dikirim ke Pasuruan. Kalau menurut data, penghasilan kotor para peternak susu sapi perah ini kurang lebih Rp 1.200.000/10 hari.
Siap kirim (dok.pri)
Siap kirim (dok.pri)
Melihat Langsung Proses Pemerahan Susu Sapi
Kami datang ke desa Brau sekitar pukul 16.00. Kenapa sore hari? Karena memang jadwal pemerahan susu pagi hari sekitar pukul 06.00 dan sore pukul 16.00. Sore itu kami tak membuang kesempatan untuk melihat proses itu.
Di kandang sapi salah satu penduduk, kami langsung ambil posisi. Tentunya agar lebih jelas karena suasana agak temaram alias usai hujan. 
Nah sapi-sapi ini menurut Ali yang menjadi guide dadakan, juga tidak suka suara gaduh atau berisik. Sehingga kami membagi 2 kelompok untuk mengintip proses perah susu tersebut.
(dok.pri)
(dok.pri)
Awalnya bagian bawah perut sapi dibersihkan dengan air. Tepatnya sekitar puting sapi betina yang akan diperah. Kemudian oleh peternak diberi wadah atau ember untuk menampung susu. 
Secara kasat mata terlihat tangan peternak dengan gerakan lincah memerah susu sapi betina. Tak lama wadahpun terisi susu segar, kemudian ditampung diwadah khusus susu.
Perah susu sapi (dok.pri)
Perah susu sapi (dok.pri)
Melihat banyaknya produksi susu segar di desa Brau ini menggelitik tanya kami, kok setiap hari bisa berproduksi ribuan liter? Ternyata memang Sapi-sapi tersebut dirawat dan diperhatikan gizi makanannya. Dibantu penduduk setempat kami diantar ke gudang tempat penyimpanan makanan bergizi untuk sapi.
Lokasinya tak jauh dari koperasi Margo Makmur Mandiri. Tepatnya disebuah bangunan semi permanen yang berjarak 100 meter dari koperasi. 
Disana terdapat berkarung-karung makanan sehat untuk sapi perah. Antara lain bungkil sawit, konsentrat, wafer  expired, sari gandum, kotoran ulat, polar, ampas kecap dll. Masing-masing makanan memiliki fungsi seperti sari gandum untuk membuat sapi agar cepat gemuk sedangkan mineral dan kalsium untuk tulang sapi.
Makanan Sapi (dok.pri)
Makanan Sapi (dok.pri)
Menurut guide, semua sapi di desa Brau ini
pakannya disamakan. Proses pemberian konsentrat dikomposisikn sedemikian rupa,  supaya sapi bisa menghasilkan susu yg terbaik.
Remahan wafer (dok.pri)
Remahan wafer (dok.pri)
Peran Koperasi di Desa Berau
Kehadiran koperasi di tengah masyarakat peternak susu sangat terasa manfaatnya. Selain menerima dan menjadi pihak yang menyetor ke pabrik Indo Lacto Pasuruan, koperasi juga menjadi media simpan pinjam peternak susu. Dimana saat mereka membutuhkan sejumlah dana untuk modal, pihak koperasi akan mengusahakan pinjaman.
Koperasi tersebut juga memberikan edukasi kepada para peternak susu. Seperti bagaimana meningkatkan pendapatan dengan memberi informasi seputar cara pengolahan produk berbahan susu. Antara lain membuat yogurt, permen susu, keju serta stik keju.

Peternak sapi selain pendapatannya dari susu juga dari menjual anak sapi dan jual daging sapi. Diharapkan dengan pembelajaran dari koperasi warga masyarakat desa Brau Gunungsari Bumiaji penghidupannya semakin makmur dan sejahterah. 
Mencicip susu segar (dok.pri)
Mencicip susu segar (dok.pri)
Usai kunjungan, kami disuguhi susu segar hangat. Rasanya enak dan yang pasti bisa mengusir hawa dingin yang meliputi desa Brau ini. Alhamdulillah..saya dan sahabat Bolang jadi fresh Bersa dan juga tentu saja mendapat wawasan tentang edukasi perah susu, termasuk melihat kandang sapi serta pernak perniknya juga mencicip susu segar. Sangat berkesan banget kunjungan ini dan next kemana lagi yaa...?

#setip
#setipestrilookcommunity

183 Sarjana STTB Diwisuda : Butuh 45 hari Untuk Masuk ke Dunia Kerja

Desember 09, 2018 20 Comments
Usai masa kuliah, seorang mahasiswa pasti ingin segera terjun ke dunia kerja. Namun umumnya, ada tradisi pihak kampus untuk melakukan prosesi wisuda sarjana. Nah seperti juga Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB). Kemarin STTB pun mengadakan acara seremonial wisuda sarjana angkatan XIII. Bertempat di Harris Hotel n Conventions Festival Citylink Bandung, sebanyak 183 orang sarjana mengikuti acara tersebut, Sabtu (8/12).
(Dok. Istimewa)

Dalam sambutannya, Ketua STTB Muchammad Naseer, S.Kom.M.T mengatakan, alumni STTB hanya membutuhkan waktu 45 hari untuk bersiap kerja. Terhitung dari selesainya studi mahasiswa dan menyandang gelar sarjana. Kenapa? Karena pada dasarnya, STTB memang mencetak sarjana siap kerja. Prosesi itu mewisuda sebanyak 183  sarjana yakni 106 orang sarjana S1dari Teknik Industri. Sedangkan dari Teknik Informatika ada 77 orang sarjana. 

STTB Berstandar Internasional

Sekolah Tinggi Teknologi  Bandung berkampus di jalan Soekarno - Hatta no 378 Bandung. Berdiri pada tanggal 5 Oktober 1991 dengan SK Dirjen DIKTI/no 197/DIKTI/kep/1992. Sekolah tinggi ini didirikan dengan tujuan menghasilkan sarjana dan tenaga ahli yang kompeten sehingga mampu menghadapi tantangan global. Hingga tahun 2018, STTB sudah mencetak 1335 orang sarjana.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, STTB memiliki standar mutu Internasional. Oleh karena itu STTB memiliki tagline Your Partner to Global Competition. Dengan tenaga pengajar sebanyak 120 orang dosen yang 96% dari S2. Menurut Nazeer, harapan ke depan tahun 2019 STTB memiliki target 77% tenaga pengajarnya berkualifikasi S3.
Ketua Yayasan LPPIB Dr.Dadang Hermawan membawakan sambutan (dok.istimewa)

Dengan tenaga pengajar yang qualified wajar saja kalau alumni STTB banyak dilirik oleh perusahaan-perusahaan. Selain itu pihaknya juga mengadakan kerjasama, diantaranya dengan mengirim 13 mahasiswa STTB untuk magang di Taiwan. Dari magang tersebut mahasiswanya mendapat sallary 4 - 6 kali dari UMR Bandung. Bahkan diantaranya ada yang melanjutkan kuliah ke jenjang strata 2 di Jepang dan Taiwan.

Di acara wisuda tersebut juga ada kesepakatan MOU antara STTB dengan beberapa pihak. Intinya melakukan kerjasama yang saling menguntungkan untuk mempermudah operasional kerja bersama. Diantaranya dengan PT Pos Indonesia, Bank Sampah Bersinar, Universitas Nasional PASIM, PT SLU, CMYK dan HUNGCHI Taiwan.

Prestasi Mahasiswa STTB

Wisuda sarjana angkatan XIII ini menampilkan Iin Indrayani, S.Kom sebagai wisudawati terbaik dari program studi Teknik Informatika. Sedangkan wisudawati terbaik dari program studi Teknik Industri diraih oleh Srikanti Astutik, ST.
Acara wisuda STTB VIII 2018 (dok.istimewa)

Tentang prestasi mahasiswa STTB  yang pernah diperoleh antara lain penghargaan atas produk inivatif yakni Smart Kitchen System. Karya mahasiswa dan dosen tersebut, lolos dalam program Calon Perusahaan Tinggi 2018. Mereka menyisihkan sekitar 261 perusahaan start up lainnya. Acara itu digelar di Jogjakarta Oktober lalu.

Di bidang olah raga ada Tina Sri Handayani yang turut menbawa harum nama STTB. Tina meraih kemenangan medali emas di cabang olah raga lari 200 m. Kemudian meraih medali perak di cabor lompat jauh serta medali perunggu di cabor lari 100 m. Semua penghargaan Tina diraih saat event Paralimpik Daerah (Peparda) V tahun 2018 di Bogor belum lama ini.

Hari itu hall Harris Hotel tampak ramai. Saat berlangsung acara, wisudawan wisudawati STTB dengan  khidmat mengikuti prosesinya. Lagu Indonesua Raya pun mengalun dibawakan oleh paduan suara STTB. Juga ada penampilan musik Angklung dan Tarian. Acara wisuda 2018 dihadiri pula Ketua Yayasan Bapak Dadang Hermawan dan civitas akademika STTB. Juga ada orasi ilmiah dari Dr. Cyrille SCHWOB, APAC Head of Research dan Technology Development at Airbus yang berpusat di Singapura.
Tarian saat acara wisuda (dok.istimewa)

Harapan kedepan menurut Ketua STTB, pada tahun 2022 STTB memiliki target untuk bertransformasi menjadi sebuah universitas atau institut. Semoga terlaksana dengan lancar ya...Dan selamat buat sarjana-sarjana STTB 2018, semoga sukses di dunia kerja atau dunia wirausaha.


Berdayakan Perempuan, Hasilkan Rupiah dari Daur Ulang Sampah

November 16, 2018 13 Comments
Berbicara tentang perempuan, tak kan pernah ada habisnya. Banyak sisi menarik lho yang bisa digali.  Perempuan itu berperan penting misalnya dalam kebersihan lingkungan hidup. Sebagai pengelola lingkungan,  perempuan adalah agen perubahan yang merupakan bagian dari pembangunan. "Perempuan harus bisa mengelola lingkungan  supaya sehat,  produktif dan bertanggung jawab, " tegas Niken Kiswandari.

Asisten Deputi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA)  ini menjelaskan perempuan juga sebagai sumber ilmu dalam keluarga. Dikaitkan dengan kebersihan lingkungan, perempuan diharapkan bisa meningkatkan kebersihan lingkungan rumah serta mampu mengurangi resiko kesehatan.

Wah perempuan hebat ya? Banyak peran yang diembannya untuk mewujudkan PUG (Pengarusutamaan Gender). Niken berharap, potensi besar yang dimiliki perempuan bisa menjadi pelopor pembangunan. Begitu sambutan beliau saat acara bertajuk ADVOKASI PERAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN MELALUI PELATIHAN DAUR ULANG SAMPAH KOTA MALANG yang dihelat di ruang Majapahit Hotel Santika Malang (13/11).

Acara yang dihadiri beberapa komunitas bank sampah dan UMKM ini menampilkan tiga pemateri handal. Pemateri tersebut yakni Bp Rahmat Hidayat (Kabid Bina Kemitraan dan Pengebdalian Lingkungan) Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang. Pemateri lainnya Bp Rahmat Bhayangkara (Dinas Lingkungan Hidup Prop DKI Jakarta)  serta Ibu Martha Simanjutak (Founder IWITA).

Kebijakan dan Implementasi Pengelolaan Sampah di Malang

Sebagai warga Malang saya ikut bangga lho.  Sebab oleh pemerintah pusat Malang dijadikan kota percontohan untuk pengelolaan sampah di Indonesia.  Berarti Malang punya nilai plus kan dalam hal pengelolaan sampah. Menurut pemateri pertama Bp Rahmat Hidayat,  bila sampah dikelola dengan bijak akan memiliki nilai dari segi ekonomi.

Jika sampah dimanfaatkan untuk daur ulang bisa meningkatkan atau menambah finansial.  Namun dibutuhkan pendampingan dari pihak-pihak terkait seperti pemerintah,  stakeholdestakeholder dll. Kesadaran dan kepedulian terhadap sampah perlu ditingkatkan sehingga masyarakat bisa memanfaatkan misalnya dengan daur ulang.

Di Malang volume sampah per hari sebanyak 664,6 ton dan yang masuk ke TPA 499 ton di TPA Supit Urang. Sampah tersebut dikelola kembali oleh pengelola sampah. Nah untuk pengelolaan sampah adalah peraturannya yakni UU no. 18 tahun 2008 dan PP no 81 tahun 2012 tentang pengolahan sampah rumah tangga dan sejenis sampah rumah tangga.

Pengelolaan sampah ada substansinya yakni
A. Pengurangan Sampah yang berbasis masyarakat/partisipasi:

  • Pembatasan misalnya penggunaan kantong plastik,  plastik sekalsekali pakai dan bebas plastik di kantin sekolah.
  • Pendaur ulangan sampah
  • Pemanfaatan sampah

Dari pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini sebesar 30% dan dikenal sistem 3R yakni Reduce, Reuse dan Recycle.

B. Penanganan yang berbasis institusi atau pemerintah daerah sebesar 70% meliputi:

  • Pemilahan sampah
  • Pengumpulan sampah
  • Pengangkutan sampah
  • Pengolahan
  • Proses akhir
Dalam pengelolaan sampah dikenal pula sistem dari hulu ke hilir.  Sistem tersebut maksudnya adalah dari hulu  berupa timbunan sampah kemudian diambil dari TPS untuk selanjutnya ke hilir yakni TPA (tempat pembuangan akhir). Nah dari pengelolaan sampah itu dalam rangka untuk membantu masyarakat terkait nilai ekonomis sampah diluncurkanlah Bank Sampah.

Bank Sampah merupakan tempat pengelolaan sampah anorganik dan menabung sampah yang sudah dikonversikan dengan rupiah. Dimana masyarakat yang menjadi nasabah bank sampah wajib untuk melakukan pemilahan sampah. 

Untuk menjadi nasabah Bank Sampah terbagi:
1. Nasabah Individu/perorangan
Mereka datang ke bank sampah dengan membawa sampah yang terpilah dan bawa fitokopi KTP
2. Nasabah dimana sampahnya diambil di lokadi dengan berat sampah min 50 kg,  bila:

a.  Masyarakat dengan membwntuk pengurus (ketua,  sekretaris dan bendahara)  dengan anggota minimal 20 KK
b.  Sekolah,  melibatkan guru,  OSIS atau organisasi sekolah minimal 5 jelad
c.  Instansi / perkantoran / hotel / pasar harus ada koordinator dan petugas kebersihan.

Tentang sampah daur ulang menurut Rahmat Hidayat, tentu saja harus bisa bersaing dengan produk non daur ulang.  Dan juga dari segi harga harus seimbang jangan terlalu mahal.  Adapun hal yang menjadi tolok ukur agar produk daur sampah diminat konsunen mempunyai nilai layak yakni:
- Layak lihat
Maksud secara fisik produk daur ulang misalkan tas dari bahan bekas tutup minuman dilihat bagus dan indah.
- Layak Pakai
Tas ataupun produk lainnya bisa dipakai dan berfungsi sesuai manfaatnya.
- Layak Jual
Produk tersebut punya nilai sehingga layak dijual ke konsumen.

Dari ketiga nilai tersebut,  Rahmat menilai,  produk daur ulang bakal diminati masyarakat atau konsumen. Dengan demikian bisa membantu ekonomi warga dan tentunya pemerintah melakukan pendampingan dan mengadakan pelatihan-pelatihan.

Pemateri kedua Bp Rahmat Bhayangkara menitikberatkan pada pengembangan bank sampah ke ranah lingkungan berbasis teknologi informasi di Provinsi DKI. Menurutnya, bank sampah adalah upaya getakan swadaya masyarakat untuk memberikan pembelajaran kepada masyatakat dalam mengurangi volume sampah dari sumbernya. Itu dilakukan melalui upaya memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.

Pentingnya Strategi Marketing dalam Peningkatan Penjualan

Ibu Martha Simanjuntak sebagai pemateri ketiga mengupas tentang strategi yang harus dimiliki oleh pelaku usaha daur ulang atau UMKM.  Menurut Ketua IWITA (Indonesia Women Information Technogi Awaraness)  ini, para pelaku usaha yang kebanyakan didominasi oleh perempuan harus melek teknologi.

Sekarang teknolgi informasi begitu pesat dan sangat dibutuhkan untuk promosi atau mengenalkan produk atau usaha. Tanpa adanya promosi melalui teknologi seperti internet akan membuat usaha yang dijalankan lambat perkembangannya.

Agar produk dikenal oleh masyarakat, menurut Ibu Martha, setiap usaha membutuhkan branding strategy. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam strategi untuk meningkatkan penjualan, yakni:
1.Tujuan : mengetahui tujuan yakni mempromosikan produk yang akan dijual.
2. Konsistensi : melakukan secara terus menerus tentang pengenalan produk secara fokus. Misalnya promosi produk daur ulang tas lakukan secara kontinyu. Jangan mengenalkan dengan berganti-ganti produk.
3. Emosi : ciptakan emosi konsumen agar tertarik dengan produk kita.
4. Fleksibilitas : menjadi saran yang utama saat menyusun strategi branding
5. Keterlibatan karyawan : agar strategi yang diterapkan dapat terlaksana dengan baik, pastikan semua karyawan mengetahui bagaimana mereka harus berpartisipasi.
6. Loyalitas : komponen penting dalam kesuksesan strategi branding dan merupakan faktor   yang mendukung peningkatan penjualan
7. Kesadaran akan kompetisi : selalu mendengar strategi yang diperlukan oleh kompetitor.

Selain hal diatas juga dibutuhkan pacaging dan  teknik foto produk yang menarik. Gunakan pencahayaan yang maksimal sehingga foto produk yang akan kita promosikan menjadi menarik. Bila penhenalan produk melalui online manfaatkan media sosial kita seperti Facebook dan Instagram.
Dengan demikian jangkauan pembeli semakin luas dan memungkinkan peningkatan penjualan.

Produk daur ulang yang banyak dikembangkan oleh ibu-ibu rumah tangga akan membantu perekonomian keluarga.  "Manfaatkan handphone sebagai media teknologi untuk mengenalkan produk, " papar Bu Martha.

Sebelum mengakhiri sesinya,  Ibu Martha mengadakan kompetisi 3 kelompok yang menjelaskan tentang manfaat internet untuk bisnis, tantangan beserta harapan ke depan. Peserta acara yang berjumlah 75 orang sangat antusias mengikuti hingga acara usai.  Alhamdulillah banyak ilmu yang didapat dari acara KPPPA bekerjasama dengan IWITA dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang. Berharap suatu saat saya bisa menmenimba ilmu lagi tentang daur ulang sampah.


Melihat Malang Bertabur Bunga di Festival Kendaraan Hias

Agustus 26, 2018 30 Comments
Minggu pagi cerah. Matahari belum terik benar saat saya melangkah menuju meja registrasi. Setelah mencantumkan nama dan tanda tangan, sebuah tas biru berpindah ke tangan saya. Hehe ..lumayan berat entah belum tahu apa isinya. Bergegas saya menuju panggung di seberang Kantor Balai Kota Malang. Ramai sekali, banyak penonton berjejer disepanjang jalan. Ada acara apa yaa, pengen tahu kan kalian ?
Panggung Kehormatan  (dok.pribadi)

Sssttt...saya bisikin yaa, lagi ada acara Festival Kendaraan Hias. Iringan kendaraan berhias banyak banget lho. Mobil-mobil cantik itu lagi parkir di timur balai kota.  Warna bebungaan yang menutupi body kendaraan pun tampak ngejreng tertimpa sinar mentari. Wuihh.. Malang sungguh semarak hari itu (19/8).

Mobil Hias berhias Tugu Malang (dok.pribadi)

Balai Kota Malang juga tampak meriah. Ada 2 panggung yang saling berhadapan. Panggung yang persis berada didepan lobi balai kota adalah panggung kehormatan. Nah Pak Sutiadji selaku  Plt Walikota Malang hadir beserta pejabat di lingkungan Pemkot Malang. Sedangkan panggung disebrangnya adalah panggung untuk undangan. Bersyukur banget saya bisa numpang duduk untuk melihat langsung gelaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang ini. Hehe..saya jadi nggak capek berdiri dan nggak kepanasan. Matur nuwun nggih Pak Agung H Buana. Bapak Kasi Promo Pariwisata Disbudpar Malang ini memberi saya undangan yang ditandatandatangani langsung Pak Walikota.

Festival Dibuka oleh Bapak Plt Walikota Malang

Mobil hias berjejer rapi di timur panggung kehormatan. Tampak panitia ber-uniform warna ungu sibuk menyiapkan acara. Tak berapa lama acara dimulai. Rangkaian seremonial pun bergulir. Tiba saatnya Bapak Walikota Malang terpilih Drs.H.Sutiaji membuka acara. Dalam sambutannya, pak walikota berharap, event tahunan Festival Kendaraan Hias ini bisa menjadi daya tarik pengunjung untuk berwisata ke Malang.
Dok. Pribadi

Senada dengan Pak Walikota, Kepala Dinas Budpar Malang Ida Ayu Made Wahyuni, SH,MSi pun mengatakan bahwa event ini memungkinkan wisatawan, baik domestik maupun asing untuk datang ke Malang. (Wah semoga tambah banyak yang berdatangan ke Malang. Saya sih siap aja woro-woro tentang acara apik ini ke khalayak. Biar Malang tambah kece dan dikenal banyak orang di Indonesia. Siap grakk selalu, tapi ya gitu bisanya cuma nulis-nulis aja nggih bu..hehe..)

Ada Drama Musik Kolosal Awali Festival

Sebelum ratusan mobil hias itu memamerkan kemolekannya, acara diawali dengan suguhan penuh heroik. Adalah gelora juang arek-arek Malang jaman dulu yang dipimpin oleh Mayor Hamid Rusdi. Mereka dengan gigih berjuang melawan penjajah Belanda. Seru banget lho. Ada adegan dimana arek Malang bergelimpangan karena diserang penjajah. Drama musik kolosal itu dimainkan oleh SMK Kesehatan. Ada juga seruan Mayor Hamid Rusdi untuk menggunakan boso walikan. Ini dimaksudkan agar musuh tidak mengetahui pesan yang tengah disampaikan. Hingga sekarangpun boso walikan masih kerap dipakai untuk bahasa sehari-hati. Misalnya nakam yang berarti makan, kadit itreng (tidak ngerti) dll. Tapi yang nggak biasa pakai bahasa walikan ya lumayan runyam. Seperti ayas, eh teryata bisa juga dikit-dikit. Wkkwkk...
Adegan Hamud Rusdi dalam Gelora Arek Malang (dok.pribadi)

Saya dan juga penonton lainnya menikmati sajian kolosal dengan mata tak berkedip. Usai drama disusul penampilan marching band SMP Muhamadiyah 2 dan MTS 1Malang. Lagu-lagu perjuangan  yang dibawakan cukup membuat penonton tersihir. Dengan lagu Indonesia Raya membuat semangat para penonton menyeruak. Berturut-turut tampil Kelompok Kesenian Rakyat Bantengan, Sepeda Kayu dan Harley Davidson.
Marching Band (dok.pribadi)

Bagi-bagi Produk Peserta Festival

Selain bisa menonton festival yang semarak, beberapa penonton dapat rejeki lho. Sebut saja Pak Brian yang datang mewakili komunitas Batu Local Guide. Beliau dapat kripik tempe gratis yang dibagikan oleh peserta festival dari Kampung Sanan yakni Kripik Tempe. Ada yang membagikan produk sambal Apel dan Melon. Juga Salak dari kampung Kalas Kacuk. Wuiihhh rejeki yaa...tapi saya cuma dapat incip-incip kripik tempe saja. Hehe..
Undangan antusian (dok.pri)

Iring-iringam kendaraan hias berjalan tertib. Ini menurut saya, karena warga Malang cukup disiplin mengikuti aturan dari panitia. Garis batas antara penonton dan peserta juga gak dilanggar. Jadi saya sangat menikmati acara festival yang rutin diadakan setahun sekali ini. Di kota teman-teman lain bagaimana?

Oya untuk rute festival gak terlalu jauh kurang lebih 3 km. Start nya ya di depan balai kota melewati jalan Karuhipan, jalan Semeru dan berakhir di jalan Ijen. Tepatnya dipojok kantor Perpustakaan Kota Malang.
Mas Slamet ikut narsis 

Sedangkan peserta festival lumayan banyak. Ada 125 buah mobil hias dan 50 kelompok sepeda hias. Hampir semua BUMN, BUMD, OPD serta komunitas dan stakeholder pariwisata di Malang ikut menjadi peserta. Bayangkan segitu banyak iringan mobil hias tentu saja membuat sedikit apa banyak kemacetan ya? Yang jelas rute yang dilewati sempat menarik perhatian pengguna jalan lainnya. Ya iyalah, wong event ini tidak tiap hari ada.  Jadi kesempatan dong melihat dan menikmati mobil-mobil yang tampil cantik. Yang pasti harum karena berhias bunga-bunga aneka warna.

Dok.pri
Saya bersama komunitas BLG, MLG, WMR dan Xplore Malang turut hadir menyaksikan festival (dok.pri)

Pemenang Festival Kendaraan Hias

Acara festival yang dimulai pukul 9 berakhir sore hari. Para pemenangpun diumumkan. Berharap mobil hias dari kelurahan saya yakni Polehan menjadi pemenang. Ehh ternyata pas keluar pengumuman Polehan belum beruntung. Wahhh bisa ditingkatkan lagi kreasi mobil hiasnya tahun depan ya. Juga buat peserta lain.

Menurut saya sih juri pasti bingung memilih siapa pemenang dari 3 kategori. Semua mobil hiasnya bagus-bagud. Lah namanya festival jadi kudu ada pemenangnya bukan? Berikut nih para pemenang Festival Kendaraan Hias 2018. Untuk kategori BUMN, BUMD, OPD  dan stakeholder pariwisata juara 1 diraih oleh PDAM menyusul Bank Jatim dan Dispora. Sedangkan kategori kelurahan, komunitas dan masyarakat juara 1 dimenangkan kelurahan Kasin, juara 2 kelurahan Merjosari dan juara 3 kelurahan Dinoyo. Kategori sepeda pancal hias pemenangnya adalah SMPN 24, SMK Pajnaparamita dan juara 3 Gabungan SMP 18/4/13.
Dok.pri
Mobil hias Dispora, salah satu pemenang (dok.pri)
Ikut narsis dengan peserta festival (taken by Slamet Hariadi)

Selamat yaa buat para pemenang. Semoga bisa jadi pemenang di festival tahun depan. Sekali lagi selamat. Saya terkesan melihat Festival  yang woww ... Malang betul-betul hari itu bertabur bunga!





Oleh-oleh Cerita Tentang ICD di Kota Malang

Agustus 13, 2018 17 Comments

Gelaran Indonesia Community Day (ICD) telah usai. Ada oleh-oleh pribadi khusus untuk saya sendiri. Yakni lebih mengenal dan bisa tahu banyak tentang kegiatan komunitas lainnya. Acara ICD tahun ini adalah tahun kedua. Sebelumnya diadakan di Jogja tahun 2017.
Pintu gerbang ICD 2018

Menapak kaki di Taman Krida Budaya Malang, tempat ICD berlangsung, serasa masuk di suatu gerbang kerajaan. Ada 2 patung besar menyambut di pintu masuk. Bertangga dan arsitekturnya mirip-mirip dengan kerajaan jaman dulu. Ada latar cukup luas dan disisi utara ada panggung. Di sebelah selatan ada stand panitia bertulis Kompasiana.
Pintu masuk menuju pendopo

Sebagai bangunan utama ada pendopo yang luas tanpa sekat. Disanalah tempat digelarnya ICD 2018. Sekitar 25 komunitas turut berpartisipasi dan memunculkan ciri khas dari masing-masing komunitas. Rasa ingin tahu saya yang besar, hingga tak membuang waktu untuk menclok dari satu booth ke booth lainnya.

Bermula dari booth no 1 yakni booth komunitas yang saya ikuti. Booth Bolang atau blogger Kompasiana Malang. Kali ini mengambil tema tentang tradisi suku Tengger dan kesenian Malang. Adalah Mbah Ukik yang sibuk mendesain booth agar menarik pengunjung ICD. Terbesitlah ide memunculkan masyarakat suku Tengger dan kearifan lokal budayanya. Suku Tengger yang hidup di Bromo beserta pernik-pernik dipamerkannya. Diantaranya sesembahan berupa dupa dan sesajen untuk prosesi berdoa. Juga ada wayang dan Topeng Malangan serta lukisan Suku Tengger yang dipamerkan di dinding.
Booth Bolang

Bolang sebagai komunitas penulis pada acara tersebut juga memberi kesempatan kepada pengunjung untuk bergabung. Saya dan mas Ikrom bertugas untuk membantu teman-teman membuka akun kompasiana. Waahhh ternyata responnya luar biasa lho. Hampir 100 orang pengunjung berminat gabung. Semakin rame deh nantinya Bolang kedepan. Demikian harapan Pak Yunus saat meeting di Ayam Bawang Cak Per beberapa hari sebelum ICD berlangsung.

Mengenal Berbagai Komunitas

Rasanya seneng banget bisa berkenalan dengan personil komunitas lain. Taruhlah komunitas Reenactor. Kerennn. Komunitas ini berkutat dengan sejarah. Bincang-bincang sedikit sih kemarin. Dengan kostum jaman tahun 1945 an, jaman perang gitu dengan senjata-senjata ditangan. Tentu saja bukan senjata beneran, mereka meragakan peristiwa-peristiwa jaman perjuangan. Apalagi sekarang bulan Agustus yang identik dengan Indepence day Indonesia, jadi kerasa banget soul nya di booth Reenactor. Hehe..

Booth Reenactor

Di booth Jendela lain lagi. Komunitas ini lebih care ke anak-anak untuk menumbuhkan minat baca buku. Setumpukan buku didisplay dan boleh dibaca ditempat. Saya yang muter bareng 2 putri saya pastilah tak membuang kesempatan ini. Saya kenalkan kepada penjaga booth untuk bertanya tentang kegiatan-kegiatan komunitas Jendela. Nilai positif untuk anak-anak saya, mereka lebih pede saat bertemu dengan oramg yang baru dikenalnya. Istilahnya sekarang belajar bersosialisasi dengan orang yang baru dikenalnya.

Beralih ke Kominitas Malang Cat Lovers. Di booth ini tentu saja ada kucing-kucing lucu. Ada Kucing Persia yang gak punya hidung. Ada yang gede hingga bobotnya 10 kg juga ada kucing Mesir yang gak berbulu. Secara kami suka kucing, tentu saja gemes dengan penampilan kucing-kucing itu. Ada tempat narsisnya juga., wahhh langsung bergaya deh dengan menggendong kucing-kucing yang imut itu.
Booth Malang Cat Lovers

Bergeser ke booth Batu Local Guides (BLG). Komunitas ini intens memberi infomasi tentang apa saja yang berkenaan dengan tempat wisata, kuliner, perkantoran dll. Karena saya juga salah satu membernya, jadi kudu mendukung program kegiatannya. Menurut ketua BLG Bambang Afriyanto, komunitasnya berkontribusi menata informasi dan memetakan dunia digital. Bergerak melalui ulasan, video, serta foto agar sebuah tempat menjadi lebih dikenal. Misalnya mereview tempat kuliner agar lebih dikenal masyarakat. Kadang memberi titik ordinat suatu tempat agar bisa diketahui tempat yang dicari dari Google map. Geowalk salah satu kegiatan yang sering digelar yakni mencari tempat yang belum terdeteksi untuk kemudian diberi titik ordinat yang tepat dan dishare ke khalayak.
Booth Batu Local Guides

ICD Dibuka Resmi Oleh Wagub Jatim

Selain booth yang saya sebut masih banyak yang lainnya. Seperti komunitas Ladiesiana, Rumpies The Club, Rotari, JNE, BRI, Ngalam.com, Akar Tuli dll. Oya  acara ICD ini dibuka tgl 5 Agustus lalu oleh  Wagub terpilih Jatim Emil Dardak. Dalam sambutannya Emil Dardak berharap ICD bisa menjadi wadah komunitas untuk berkolaborasi dan menjadi sarana bergerak serta berbuat lebih baik untuk masyarakat.
Wagub terpilihb Jatim saat berkunjung ke booth Bolang

Indonesia Community Day 2018 ini menyajikan ragam aktivitas lho. Mempertemukan banyak komunitas dengan content creator dan tokoh-tokoh ternama dalam banyak bidang. Ada workshop, sharing, diskusi, kuliner, hiburan musik, stand up comedy dll. Di akhir acara diumumkan tentang komunitas yang terpilih sebagai The Best Inspiring Community adalah komunitas Akar Tuli. Ada juga The Best Kompasiana Community diraih oleh K-Jog (Kompasianer Jogjakarta.

Sebelumnya ada pemotongan tumpeng pertanda diluncurkan program COMMA (Community Affiliation) oleh Nurrulloh selaku Chief Operating Officer (COO) Kompasiana, Jakarta. Dimana program COMMA ini, Kompasiana menjadi pihak yang menghubungkan antara komunitas dengan pihak ketiga untuk turut mensukseskan program-program terpilih dari komunitas yang ada di Indonesia.
Hiburan musik 

Saya dan banyak teman menunggu hingga acara diujung, setelah diselingi hiburan musik dari NDX AKA. Apa tuh? Ya tentu saja pengumuman pemenang lomba nyetatus di Instagram dan Twiter. Alhamdulillah nama saya salah satu yang beruntung menjadi pemenang ngetwit. Acara ICD ini ditutup setelah penampilan grup musik dari Jogja yang mampu membuat malam ICD semakin meriah. Di acara ICD saya mendapat info menarik, teman baru dan juga kesan positif di hati. Semoga tahun depan bisa hadir dan sampai jumpa di ICD mendatang...